nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurangnya Konsumsi Susu Tingkatkan Risiko Terkena Berbagai Penyakit

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 21:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 481 1898756 kurangnya-konsumsi-susu-tingkatkan-risiko-terkena-berbagai-penyakit-ZEoIplqs3A.jpg Ilustrasi susu (Foto: Shutterstock)

KONSUMSI susu menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan keluarga Indonesia untuk memastikan terpenuhinya gizi pada anak-anak. Sebab kurangnya konsumsi susu dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Berdasarkan hasil studi SEANUTS (South East Asian Nutrition Survey) yang diinisiasi oleh FrieslandCampina tahun 2012 terhadap lebih dari 16.000 anak usia 6 bulan – 12 tahun, menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia mengalami berbagai permasalahan terkait dengan kesehatan dan gizi, seperti gaya hidup kurang aktif, malnutrisi, kekurangan vitamin D, serta gangguan pertumbuhan fisik atau stunting.

  (Baca Juga: Tega Banget! 3 Pendaki Perempuan Ini Hipotermia karena Ditinggal Temannya demi Sampai Puncak)


Karena itu, dalam rangka menyambut perayaan Hari Susu Sedunia (World Milk Day), kampanye "Drink. Move. Be Strong" digelar sejak 2013. Kampanye yang digagas oleh Frisian Flag ini menekankan gaya hidup sehat dan aktif serta bertujuan untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya kebiasaan minum susu dan rutin berolahraga demi pertumbuhan yang optimal.

 (Baca Juga: Selain Bugar, Rutin Angkat Beban Kurangi Gejala Depresi)

Salah satu lingkungan yang turut membantu terciptanya kesehatan anak-anak adalah di sekolah. Karenanya, sarana olahraga di sekolah juga menjadi tempat yang krusial dalam petumbuhan anak-anak.

"Sekolah adalah tempat yang sangat penting karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sini. Mempunyai sarana olahraga di sekolah yang memadai sangat membantu rutinitas anak-anak berolahraga,” ujar Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro dalam siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (15/5/2018).

  (Baca Juga: Selain Menyehatkan Pencernaan, Ini Manfaat Konsumsi Yoghurt Sebelum Makan)

Langkah memperbaiki sarana olahraga ini telah dilakukan sejak Maret 2018 di delapan kota (Makassar, Pekanbaru, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Jakarta, Banjarmasin, dan Palembang) dan dapat digunakan oleh lebih dari 6 ribu anak.

Menggunakan hasil studi SEANUTS, edukasi tentang gaya hidup sehat dan aktif dapat dilakukan di sekolah-sekolah. Selain perbaikan sarana olahraga, sekolah-sekolah di delapan kota tersebut juga diberi diskusi tentang kebaikan gizi yang terkandung dalam susu, minum susu bersama, dan olahraga bersama guru serta siswa.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini