Image

14 Negara Sudah Keluarkan Travel Advice, Kemenpar Akan Jujur Sampaikan Informasi Terbaru

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 15:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 406 1898981 13-negara-keluarkan-travel-advice-kemenpar-akan-jujur-sampaikan-informasi-terbaru-EuS1gE16Cy.jpg Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Okezone)

DAFTAR negara yang mengeluarkan Travel Advice atau saran bepergian ke Indonesia bertambah dari lima menjadi 14. Prancis, Irlandia, Kanada, Polandia, Filipina, Malaysia, Swiss, dan Brasil mengeluarkan imbauan tersebut lewat situs resmi Kementerian Luar Negeri masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengaku pihaknya akan jujur menyampaikan informasi mengenai keadaan di Indonesia. Tentu saja, informasi tersebut akan diperbarui secara berkala.

"Contoh sekarang terjadi di Riau. Kementerian Pariwisata di seluruh dunia, termasuk juga Kemenpar RI harus mengumumkan. Memang harus diumumkan," ujar Arief Yahya kepada awak media saat ditemui di Kantor Pusat Blue Bird, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018).

 (Baca Juga: Dampak Teror Bom, Sudah 13 Negara Keluarkan Travel Advice ke Indonesia)

"Hal tersebut bisa terjadi di seluruh dunia. Yang penting bagaimana kita menyikapinya dengan mengumumkan secara jujur. Begitu sudah diatasi ya kita umumkan lagi," imbuh pria berusia 57 tahun itu.

 

Arief mengatakan, hingga saat ini belum ada dampak langsung terhadap sektor pariwisata atas serangkaian serangan teror di Indonesia dalam sepekan terakhir. Ia mengambil contoh di Bali yang belum ada pembatalan dari wisatawan.

 (Baca Juga: Dampak Teror Bom, Sudah 13 Negara Keluarkan Travel Advice ke Indonesia)

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, Guntur Sakti menuturkan, pihaknya terus memantau apakah ada negara yang akan menaikkan status menjadi travel warning atau bahkan langsung menetapkan status tersebut. Menurutnya, sejauh ini baru ada 12 negara yang mengeluarkan travel advice hingga Selasa 15 Mei malam.

Sementara pada Rabu siang, Swiss dan Brasil menjadi negara ke-13 dan 14 yang mengeluarkan travel advice untuk warganya.

Senada dengan Menteri Arief, Guntur juga belum mendengar adanya pembatalan kunjungan wisata di Indonesia. Jika memang ada penurunan, menurutnya lebih kepada momentum menjelang bulan suci Ramadan.

"Momentumnya begitu menjelang bulan puasa pasti turun hingga 40 persen. Setiap tahun memang selalu slow down di waktu-waktu ini," tukas Guntur Sakti.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini