nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Peringkat Kedua Negara yang Suka Buang Makanan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 20:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 16 481 1899153 indonesia-peringkat-kedua-negara-yang-suka-buang-makanan-tFeZJW3yOY.jpg Ilustrasi (Foto: Onegreenplanet)

MEMBUANG makanan merupakan sebuah tindakan yang kurang baik. Banyak makanan tersisa dan menumpuk dan berakhir di tempat pembuangan sampah. Namun, nyatanya hal inilah yang terjadi di Indonesia. Kebiasaan masyarakat yang lapar mata dan tradisi makan tidak dihabiskan menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar kedua penghasil Food Loss (FL) dan Food Waste (FW) setelah Arab Saudi.

Berdasarkan Food Sustainability Index 2017 yang dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), terdapat hampir satu miliar orang menderita kelaparan, namun sepertiga makanan hilang atau terbuang. Limbah makanan ini sesuai dengan empat kali jumlah yang dibutuhkan untuk memberi makan masyarakat yang menderita kurang gizi di seluruh dunia.

Melihat kebiasaan miris tersebut, Direktur dan Peneliti bidang Ekonomi Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Daryanto, Ph.D, menilai kebiasaan buruk ini wajib diubah. Adanya pemahaman dan sosialisai yang baik dipercaya bisa membantu masyarakat untuk mengubah kebiasaan ini.

“Saat membahas mengenai ketersediaan atau ketahanan pangan (Food Security), seringkali kami hanya fokus pada cara untuk meningkatkan produksi makanan tanpa memikirkan bagaimana mengatasi tingkat Food Loss & Waste,” tegas Arief, saat ditemui Okezone dalam acara Makan Bijak, Rabu (16/5/2018).

Seminar Makan Bijak

“Padahal Food Loss & Waste merupakan persoalan penting yang kini menjadi perhatian negara-negara di dunia karena dapat mempengaruhi tingkat ketahanan pangan suatu negara dan berimbas pada pemerataan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, produksi limbah makanan di Indonesia meningkat sebesar 10 persen oada 10 hari pertama di bulan puasa. Dampak kenaikan sampah makanan ini akan berimbas pada budaya, ekonomi dan juga ekologi.

Berdasarkan hasil penelitian Saudi Arabia menjadi penghasil FW dan FL terbanyak dengan 427 kilogram per tahun. Indonesia menempati posisi kedua dengan 300 kilogram per tahun di susul dengan Amerika Serikat dengan 277 kilogram per tahun di peringkat ketiga. Urutan keempat diisi oleh negara-negara Uni Emirat Arab (UAE) dengan 196 kilogram per tahun.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini