nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paling Rendah Se-Asia Tenggara, Peringkat Berapa Minat Baca Masyarakat Indonesia?

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 10:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 17 196 1899292 paling-rendah-se-asia-tenggara-peringkat-berapa-minat-baca-masyarakat-indonesia-7she1bIXlt.jpg Ilustrasi Baca buku. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH Indonesia menetapkan 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional. Penetapan tanggal tersebut diambil dari tanggal peresmian Perpustakaan Nasional pada 17 Mei 1980. Peringatan Hari Buku Nasional berlangsung sejak 2002 yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Abdul Malik Fadjar.

Hari Buku Nasional erat kaitannya dengan minat baca. Sebab, salah satu ihwal untuk menetapkan secara khusus hari buku nasional adalah untuk memberantas buta huruf serta memunculkan gaya hidup membaca buku di kalangan masyarakat Indonesia.

Perjuangan untuk mencapai tujuan tersebut masih panjang. Berdasarkan studi World Most Literate Countries yang dilakukan oleh Presiden Central Connecticut State University (CCSU), John W Miller, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara pada 2016.

Baca Juga: Berburu Takjil Gratis Selama Puasa? Catat Tempat-tempatnya

(Foto: Shutterstock)

Dalam menyusun studi tersebut, Miller menggunakan lima kategori pendukung minat baca di sebuah negara, dua di antaranya adalah ukuran serta jumlah perpustakaan dan kebiasaan membaca koran. Ia dan timnya memeriksa data dari 200 negara di dunia, tetapi karena kurangnya sumber daya, hanya memasukkan 61 negara dalam pemeringkatan.

“Faktor-faktor yang kami selidiki menunjukkan betapa kompleksnya budaya serta kondisi dari negara-negara tersebut. Tingkat literasi sangat penting bagi keberhasilan individu dan negara dalam ekonomi berbasis pengetahuan yang menentukan masa depan global,” urai John Miller, melansir dari situs resmi CCSU.

Studi tersebut, memadukan dua variabel yakni uji pencapaian dan karakteristik perilaku literasi. Faktor yang tidak bisa terpisahkan dari variabel tersebut adalah sistem pendidikan di suatu negara. Lima negara dengan peringkat tertinggi, Finlandia, Norwegia, Denmark, Islandia, dan Swedia, menunjukkan pengaruh tersebut.

Baca Juga: Kesalahan Membaca Buku yang Merusak Mata, Nomor 1 Paling Susah Dihindari

(Foto: Shutterstock)

Namun, ranking tersebut bisa berubah drastis apabila hanya menggunakan variabel uji pencapaian saja. Negara-negara di lingkar pasifik seperti Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan China, akan menempati peringkat teratas.

“Finlandia akan menjadi satu-satunya negara di luar lingkar Pasifik yang memiliki peringkat tinggi jika hanya menggunakan satu variabel. Ketika faktor-faktor seperti ukuran serta aksesibilitas perpustakaan disertakan, maka negara-negara lingkar Pasifik itu akan turun jauh peringkatnya,” tukas Miller.

(Foto: Shutterstock)

Berdasarkan studi tersebut, 10 peringkat teratas ditempati oleh Finlandia; Norwegia; Islandia; Denmark; Swedia; Swiss; Amerika Serikat; Jerman; Latvia; dan Belanda. Sementara itu, Indonesia hanya unggul dari Botswana yang berada di peringkat buncit.

Jika dikerucutkan ke regional Asia Tenggara, maka Indonesia menempati peringkat terbawah. Dari empat negara yang masuk, Singapura ada di peringkat teratas yakni 36, disusul oleh Malaysia di tangga ke-53, dan Thailand yang tepat berada satu tingkat di atas Indonesia.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini