nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Resolusi Membaca Lebih Banyak? Ini 5 Buku Fiksi yang Wajib Anda Baca

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 15:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 196 1899441 punya-resolusi-membaca-lebih-banyak-ini-5-buku-fiksi-yang-wajib-anda-baca-vVevPiuEqE.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BUKU merupakan jendela dunia”. Ungkapan ini tentu sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya, apa sih yang melatarbelakangi munculnya istilah tersebut.

Berdasarkan penelitian, membaca ternyata dipercaya dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang, karena secara tidak langsung akan mengubah pola pikirnya. Membaca buku juga membantu Anda berlatih dalam memusatkan pikiran serta merangsang saraf otak untuk bekerja.

Nah, jika di tahun ini Anda memiliki resolusi untuk membaca lebih banyak buku, mulailah dengan 5 rekomendasi buku fiksi di bawah ini. Dilansir dari Powells, Kamis (17/6/2018).

 (Baca Juga:Berburu Buku Murah di Jakarta, Cari Tahu di Sini!)

Lolita, Vladimir Nabokov

 

Novel karya Vladimir Nabokov ini memang sempat menimbulkan pro dan kontra karena membahas hubungan asmara seorang pedofil dengan seorang gadis kecil. Namun jika Anda termasuk pembaca yang menyukai permainan kata, metafora, dan sindiran, Lolita merupakan karya sastra yang tidak boleh Anda lewatkan. Selain itu, Nabokov juga berhasil menggambarkan kondisi Amerika Serikat pasca perang dunia kedua dengan sangat baik. Ada banyak sekali konflik-konflik menarik yang membuat pembaca ketagihan untuk membalik setiap halamannya.

“Lolita bukan menceritakan kisah moral dan percintaan. Ini adalah sebuah karya tulisan yang berasal dari seorang jenius, dan dituangkan dalam bahasa inggris yang sangat indah,” tutur Rhianna W, salah seorang pembaca.

 (Baca Juga:Ingin Baca Buku Gratis? Ini Aplikasi yang Tersedia untuk para Milenial)

To Kill A Mocking Bird, Harper Lee

 

To Kill a Mocking Bird merupakan salah satu karya sastra milik Harper Lee yang pertama kali dirilis tahun 1960. Selang dua tahun kemudian dibuat lah sebuah film dengan judul yang sama, adaptasi dari novel tersebut. Film ini berhasil meraih 3 penghargaan Oscar dan salah satu kategori yang dimenangkan adalah kategori pemeran utama pria terbaik yang diraih Greogory Peck berkat akting apiknya sebagai Atticus Finch (tokoh utama pada novel tersebut). Isu yang diangkat oleh Harper Lee terbilang sangat sensitif dan berani yaitu menyangkut kasus rasisme, perbudakan, bahkan pemerkosaan.

Latar belakang novel diambil pada tahun 1930-an, tepatnya di salah satu negara bagian Amerika Serikat. Karakter utama pada novel ini terdiri dari 4 tokoh, yaitu: Atticus Finch sebagai sosok ayah, Jem Finch sebagai anak laki-laki, Scout Finch sebagai anak perempuan dan Calpurnia sebagai asisten rumah tangga yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Dari halaman awal, kita akan disuguhkan tentang nilai-nilai kesopanan yang sangat dijunjung tinggi oleh keluarga kecil ini. Digambarkan pula kondisi Amerika Serikat yang pada saat itu dikuasai dan dikontrol oleh orang-orang kulit putih. Atticus Finch kemudian muncul sebagai sosok yang menentang sistem tersebut.

The Wind-Up Bird Chronicle, Haruki Murakami

 

Haruki Murakami merupakan salah satu penulis asal Jepang yang sangat dicintai di dunia Barat. Ini berkat gaya penulisannya yang unik, menghantui, dan terkadang membuat para pembaca tak tahan menahan tawa. Meski sebagian inspirasinya berasal dari budaya pop Barat, tulisan Murakami sangat berakar pada kultur Jepang. Menurut sejumlah kritikus, The Wind-Up Bird Chronicle merupakan karya terbaik Murakami. Novel ini membahas beragam tema menarik seperti sifat alami manusia, rasa kecewa, kisah romantis, hingga menyangkut luka-luka lama yang masih tersisa dari Perang Dunia II.

 (Baca Juga:Peringati Hari Buku Nasional, Pemerintah Dukung Program Donasi Buku untuk Masyarakat)

The Phantom Tollbooth, Norton Juster

 

The Phantom Tollbooth adalah kisah seorang bocah bernama Milo yang pada suatu hari menemukan “gerbang tol” gaib di kamarnya. Ketika Milo mengendarai mobilnya melalui gerbang tersebut, ia menemukan sebuah tempat yang dihuni oleh binatang, penyihir, serta terdapat pula sebuah kerjaan, gunung, laut, dan kota. Lalu apa yang membuat novel ini menarik? The Phantom Tollbooth tidak hanya menggambarkan petualangan Milo menghadapi makhluk-makhluk aneh, tetapi juga dilengkapi tentang kekuatan transformatif bahasa.

 (Baca Juga:Ini Dia 4 Buku Travel Best Seller, Kalau Doyan Liburan Kamu Wajib Punya!)

 

Never Let Me Go, Kazuo Ishiguro

 

Ini adalah jenis buku yang akan membuat Anda lupa waktu saat membacanya. Never Let Me Go merupakan novel bergenre sci-fi yang membahas tentang kisah cinta anak muda, kebebasan, kekecewaan, dan berabagai hal menarik lainnya. Akan ada banyak sekali plot-plot unik yang digambarkan secara apik sehingga meninggalkan kesan tersendiri bagi para pembacanya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini