Image

Perburuan Takjil di Masjid Sunda Kelapa pada Hari Pertama Puasa

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 18:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 298 1899554 perburuan-takjil-di-masjid-sunda-kelapa-pada-hari-pertama-puasa-EcQV8wOl5d.jpg Berburu takjil di Masjid Sunda Kelapa (Foto: Dimas/Okezone)

BULAN Ramadan tidak hanya identik dengan ibadah puasa dan salat tarawih saja. Ada beberapa tradisi unik yang sering dilakukan oleh umat Muslim Indonesia untuk menunggu momen berbuka puasa. Salah satunya adalah berburu camilan berbuka atau dikenal dengan istilah takjil.

Sejak diumumkan oleh pemerintah bahwa hari pertama puasa jatuh pada hari ini Kamis (17/5/2018), sejumlah tempat di ibu kota memang telah ramai dipadati oleh para pedagang takjil, termasuk di halaman depan Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Okezone, setidaknya terdapat lebih dari 50 stand makanan yang menjajakan berbagai jenis kuliner tradisional Indonesia mulai dari sate padang, soto betawi, siomay, roti maryam, rujak buah, aneka minuman segar, dan masih banyak lagi.

 (Baca Juga:Berburu Takjil di Pasar Benhil yang Legendaris, Harga Makanannya Ramah Kantong!)

Salah satu stand makanan yang paling ramai dikunjungi pengunjung adalah mendoan Ibu Sri. Stand makanan ini menawarkan sajian mendoan khas Jawa Tengah, lumpia, bakean, tahu goreng, lontong, dan nasi pecel.

Berdasarkan penuturan salah seorang pengunjung, ia memilih hidangan yang satu ini karena simpel, praktis, dan cukup mengenyangkan.

"Dari segi rasa enggak usah ditanya lagi kali ya. Kayaknya sebagian besar orang Indonesia suka gorengan. Tapi kalau untukku, makanan ini itu tidak terlalu mengenyangkan jadi aman kalau mau langsung dilanjutkan dengan salat tarawih," tutur Wiwid kepada Okezone, di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

 (Baca Juga:Jangan Terkecoh, Daging Steak Ini dari Gandum dan Kacang Kedelai)

Sementara itu, menurut pengakuan Sri, ia bisa menjual lebih dari 1000 gorengan dan 100 lontong setiap harinya selama bulan puasa. Harga yang ia patok pun terbilang terjangkau yakni, Rp10 ribu untuk 3 buah gorengan dan Rp15 ribu untuk satu porsi nasi pecel.

"Kalau mau dihitung, kasarnya saya bisa mendapatkan pemasukkan 3-3,5 juta per hari. Jumlah ini sebetulnya mengalami penurunan jika dibandingkan beberapa tahun lalu yang bisa menyentuh angka Rp5 juta," ujar wanita yang telah delapan tahun membuka lapak di halaman Masjid Agung Sunda Kelapa.

 

Selain Mendoan Sri, para pengunjung juga terlihat mengantri di depan penjual es kelapa muda. Setelah menahan rasa lapar dan haus seharian, minuman segar yang satu ini memang menjadi pilihan yang tepat untuk berbuka. Apalagi jika dicampurkan dengan perasan air jeruk nipis. Sensasi segarnya bisa langsung membangkitkan stamina yang hilang.

Nah, bagi Anda yang sedang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tunggu apalagi? Segera rapatkan diri untuk mencicipi beragam jenis takjil yang dijual di halaman depan Masjid Agung Sunda Kelapa. Setelah itu, Anda juga bisa mampir untuk menunaikan ibadah salat maghrib dan salat tarawih.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini