Image

Komplikasi Hipertensi Bisa Habiskan Biaya Ratusan Juta, Ini Cara Mencegahnya!

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 14:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 17 481 1899425 komplikasi-hipertensi-bisa-habiskan-biaya-ratusan-juta-ini-cara-mencegahnya-qCEo7IdZTA.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TEKANAN darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Alasannya karena hipertensi berkaitan dengan banyak penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Selain itu, hipertensi jarang menimbulkan gejala sehingga banyak orang yang tidak terdiagnosis dan sudah terlanjur mengalami komplikasi.

Di dunia, jumlah penderita hipertensi sendiri terus meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan pada 2025 mendatang jumlahnya bisa mencapai 1,5 miliar orang. Sedangkan di Tanah Air berdasarkan laporan dari Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) 2016, angka kejadian hipertensi naik menjadi 32,4%.

“Fakta ini menunjukkan bila 1/3 penduduk Indonesia merupakan penderita hipertensi. Tapi hanya sedikit yang kontrol berobat secara teratur dan kalau obat habis ya sudah," terang Prof. Dr. dr. Suhardjono, Sp.PD, K-GH, K-Ger, FINASIM saat ditemui dalam sebuah acara, Rabu, 16 Mei 2018 di kawasan Jakarta Timur.

 (Baca Juga:Disebut Penuh Racun, Ini Dampak Buruk dari Aroma Rasa Rokok Elektrik)

Dijelaskan oleh Prof Suhardjono, hipertensi adalah penyakit kronik sehingga penderitanya harus minum obat teratur setiap hari. Hal ini dilakukan guna menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Diperkirakan setiap tahun 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

 

(Foto: Shutterstock)

Komplikasi hipertensi antara lain penyakit jantung, stroke, ginjal, dan kematian mendadak. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menambah beban kerja pada jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada jantung seperti gagal jantung.

Tekanan darah tinggi juga dapat menyumbat pembuluh darah yang mengganggu aliran ke otak sehingga menyebabkan stroke. Stroke dapat menyebabkan kecacatan dan menurunkan kualitas hidup. Sedangkan pada penyakit ginjal yang disebabkan oleh hipertensi dapat mengakibatkan cuci darah. Selain itu, tekanan darah yang terlalu tinggi juga bisa memicu serangan jantung yang berakibat kematian mendadak.

 (Baca Juga:Alasan Mengapa Muncul Ngantuk saat Puasa dan Cara Mengatasinya)

Untuk mengobati komplikasi tersebut diperlukan biaya intervensi yang mahal sebut saja operasi bypass jantung, operasi arteri karotis, dan dialisis atau cuci darah. Hingga saat ini hipertensi ada di peringkat biaya teratas dengan jumlah mencapai Rp 12,1 triliun.

"Biayanya mahal, cangkuk ginjal biayanya bisa Rp350-400 juta. Operasi by pass jantung koroner sekitar Rp400 juta," ungkap Prof Suhardjono.

Maka dari itu, masyarakat diminta melakukan perubahan gaya hidup seperti rutin konsumsi obat, diet rendah garam, perbanyak aktivitas fisik, rajin konsumsi sayur dan buah, cek kesehatan rutin, serta mengelola stres.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini