Image

Bolehkah Pasien Darah Tinggi Menjalankan Ibadah Puasa?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 21:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 17 481 1899547 bolehkah-pasien-darah-tinggi-menjalankan-ibadah-puasa-fixbZvZfp2.jpg Ilustrasi (Foto: Womanatwork)

UMAT Muslim di dunia mulai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Selama satu bulan penuh mereka akan menahan rasa lapar, haus, dan hawa nafsu. Selain menjalankan perintah agama, puasa juga terbukti dapat membawa dampak baik bagi kesehatan.

Salah satu yang mendapatkan manfaat kesehatan dari puasa adalah pasien tekanan darah tinggi atau hipertensi. Seperti yang diketahui, puasa membuat orang lebih mengontrol emosinya sehingga tidak mudah marah. Dengan begitu dirinya menjadi lebih tenang dan membuat tekanan darahnya berada di batas normal.

 Baca juga: Sst..Ada Keindahan Tersembunyi di Curug Mariuk Bogor

Selain itu, beribadah selama puasa juga membantu menenangkan jiwa yang berdampak pada pikiran. “Puasa itu membantu mengurangi stres. Justru banyak para pakar juga menyarankan kalau sedang gundah gulana, sedang stres, cobalah untuk puasa. Maka semuanya akan lebih mudah terkontrol,” ujar Prof. Dr. dr. Suhardjono, Sp.PD, K-GH, K-Ger, FINASIM saat ditemui dalam sebuah acara Rabu, 16 Mei 2018 di kawasan Jakarta Timur.

 

Tekanan darah yang terlalu tinggi memang bisa memicu permasalahan yang fatal seperti serangan jantung, stroke, dan kematian mendadak. Terlebih bagi mereka yang sudah mengalami komplikasi akibat hipertensi. Berbicara mengenai komplikasi, ada pasien hipertensi tertentu yang harus memerhatikan beberapa hal sebelum menjalani ibadah puasa.

Sebagai contoh pada pasien hipertensi yang juga mengalami gangguan fungsi ginjal. Bisa dibilang mereka cukup berat untuk menjalankan puasa. “Saya kira tidak begitu baik kalau tidak mengonsumsi cairan yang cukup karena ginjalnya akan lebih kering sehingga fungsinya menurun. Jadi kita serahkan pada pasiennya, silahkan (kalau mau puasa), yang penting sudah dijelaskan kalau kemungkinan fungsi ginjal akan kurang baik, itu risiko,” lanjut ahli yang juga tergabung dalam Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

 Baca juga: 5 Destinasi Wisata Digital di Bandung, Nomor 5 Berasa di Luar Negeri

Walau begitu, Prof Suhardjono juga menjelaskan bila fungsi ginjal akan kembali bila baik puasa sudah selesai dilakukan. “Walaupun terganggu pada saat puasa, tapi setelah makan dan minum fungsi ginjalnya akan menjadi normal kembali,” ujarnya. Jadi bagi para pasien hipertensi yang mengalami komplikasi, Anda tetap bisa menjalankan puasa tapi tetap memerhatikan kondisi tubuh. Jika memang benar-benar sudah kuat, maka jangan dipaksakan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini