Image

Ini Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Cek Tekanan Darah

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 06:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 17 481 1899626 ini-persiapan-yang-harus-dilakukan-sebelum-cek-tekanan-darah-Tanx5mZvRB.jpg Ilustrasi (Foto: Saltinstitute)

PENTING bagi seseorang untuk rutin memeriksa tekanan darahnya. Sebab tak sedikit yang mengalami komplikasi penyakit karena tekanan darah yang tidak terkontrol. Terlebih kondisi ini sering datang tanpa gejala yang membuat pasien terlambat didiagnosis dan mendapatkan penanganan.

Salah satu yang berbahaya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, ginjal, kerusakan retina, penyakit kardiovaskular, gangguan saraf, gangguan serebral otak, dan kematian mendadak. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg.

Selama ini banyak masyarakat yang menyangka bila pemeriksaan tekanan darah hanya dilakukan bila mereka mendatangi pelayanan medis. Padahal sebenarnya pemeriksaan bisa dilakukan sendiri di rumah. Apalagi sekarang ini sudah ada alat pengukur tekanan darah digital yang lebih mudah digunakan.

 Baca Juga: 10 Masjid dengan Arsitektur Menawan di Indonesia, Nomor 8 Paling Unik

 

Terkadang pemeriksaan darah di pelayanan medis tidak sepenuhnya akurat. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor seperti rasa letih sehabis berjalan, rasa khawatir atau cemas, dan makanan yang baru saja dikonsumsi. Sebenarnya sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah seseorang harus beristirahat terlebih dahulu paling tidak 5-15 menit. Selain itu, dirinya juga tidak boleh mengonsumsi kopi, rokok, dan alkohol.

“Sebenarnya tidak mudah untuk menetapkan orang hipertensi. Mengukur tekanan darah itu harus dengan persiapan dan ini tidak mungkin dilakukan di tempat praktek karena akan menambah daftar antrean,” terang dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH saat ditemui dalam sebuah acara, belum lama ini di kawasan Jakarta Timur.

Selain persiapan, posisi saat pemeriksaan juga menentukan besar tekanan darah. Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk yang nyaman, lengan diletakkan di atas meja dengan ketinggian sama dengan posisi jantung, posisi kaki tidak menyilang dan telapak kaki rata menyentuh lantai, serta tidak bergerak dan berbicara. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan 2-3 kali karena biasanya terdapat perbedaan.

Bila ternyata dari hasil pemeriksaan tekanan darah di atas batas normal, maka perlu dilakukan intervensi. Pengendalian tekanan darah bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi paling tidak 2 jenis obat. Obat-obat itu harus rutin dikonsumsi setiap hari. Selain itu, harus dilihat juga apakah ada organ lain yang sudah terlibat.

“Mengobati hipertensi bukan hanya menurunkan tekanan darah. Hal itu menjadi sangat penting tetapi ada faktor risiko yang lain, umumnya gula, kolesterol, dan asam urat. Sebenarnya dengan kerja sama yang baik antara dokter dan pasien hampir lebih dari 90% hipertensi bisa diobati, tapi nyatanya kurang dari 50%,” jelas dr Tunggul.

Dirinya menjelaskan bila kebanyakan pasien sering mengurangi dosis obat dan tidak teratur mengonsumsinya. Padahal untuk menurunkan tekanan darah diperlukan waktu paling tidak 2 minggu. Pasien juga harus konsisten untuk meminum obat yang diberikan dokter.

 Baca Juga: Lagi Tren, Putusin Pasangan Harus Bayar "Ongkos Putus Hubungan" ke Mantan

“Ini soal edukasi dan selalu dimulai dengan perubahan lifestyle. Kalau dia kegemukan ya kemudian (berat badannya) diturunkan, kalau dia perokok ya distop, kalau dia tidak olahraga ya mulai dilakukan,” pungkas dr Tunggul.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini