nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlalu Banyak Ikut Ekstrakurikuler Malah Berbahaya untuk Anak, Kok Bisa?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 09:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 18 196 1899719 terlalu-banyak-ikut-ekstrakurikuler-malah-berbahaya-untuk-anak-kok-bisa-6m3d5jEPTa.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERKEMBANGAN zaman yang cepat membuat persaingan semakin ketat, baik dari segi pekerjaan maupun yang lainnya. Akibatnya, tidak jarang parang orangtua pun menambahkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler bagi anaknya.

Padahal, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Olahraga, Pendidikan, dan Masyarakat", terlalu banyak memberi beban pada anak Anda dengan kegiatan ekstrakurikuler, malah menghasilkan efek negatif lebih besar dibandingkan efek positif.

Bahkan, aktivitas yang padat setelah kegiatan akademi tersebut dapat memengaruhi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak.

Baca Juga: Konsumsi Listrik Masyarakat Bakal Naik Selama Ramadan

(Foto: Shutterstock)

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mayoritas anak-anak, sekira 88 persen, memiliki kegiatan yang ekstrakurikuler empat hingga lima hari per minggu, dengan 58 persen memiliki kegiatan ekstrakurikuler lebih dari satu dalam satu hari.

Biasanya, ekstrakurikuler mendominasi dalam kehidupan si anak, terutama jika keluarga tersebut memiliki lebih dari satu anak. Akibatnya, mereka pun tidak memiliki waktu bersama yang berkualitas dengan keluarga. Selain itu, akibat padatnya kegiatan tersebut, uang dan energi akan cepat terkuras.

“Orangtua yang mendorong dan memfasilitasi anak-anak mereka dalam sebuah kegiatan, menunjukkan bahwa mereka adalah 'orangtua yang baik',” kata peneliti utama dari Edge Hill University di Inggris, Sharon Wheeler, seperti dilansir dari situ thehealthsite.

Baca Juga: 6 Cara Jitu Menjaga Hubungan Tetap Romantis

(Foto: Shutterstock)

“Namun, penelitian kami menyoroti bahwa kenyataannya bisa agak berbeda. Meskipun anak-anak mungkin mengalami beberapa manfaat, tapi kegiatan yang sibuk dan terorganisir dapat memberikan tekanan yang besar pada keuangan orang tua dan hubungan keluarga, serta berpotensi membahayakan perkembangan dan kesejahteraan anak-anak, ”tambah Wheeler.

Oleh karena itu, menurutnya harus ada keseimbangan yang sehat antara kegiatan ekstrakurikuler dengan waktu keluarga. Tidak selamanya kesibukan anak Anda dengan kegiatan ekstrakulikuler akan baik bagi perkembangan dan mental mereka.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini