Image

5 Ilmuwan Muslim Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 12:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 18 196 1899750 5-ilmuwan-muslim-berpengaruh-di-dunia-siapa-saja-R5sMA2rP0O.jpg Ilustrasi (Foto: Sindonews)

ILMUWAN muslim memiliki pengaruh dalam dunia sains atau ilmu pengetahuan. Penemuan itu mulai dari bidang kedokteran, bedah, matematika, fisika hingga astrologi.

Diambil dari berbagai sumber, berikut ini 10 ilmuwan muslim yang berpengaruh di dunia.

Al Farabi

Sosok Al Farabi dikenal sebagai imuwan di bidang filosofi yang memisahkannya dari paham teologi. Pria dengan nama lengkap Abu Nasr Muhammad Al Farabi lahir pada 870. Ia wafat pada 950 Masehi.

Al Farabi menyelesaikan karier pendidikannya di Farab dan Bukhara namun kemudian pindah ke Baghdad untuk pendidikan yang lebih tinggi. Hal itu terjadi saat ia memperoleh gelar master di bidang bahasa dan juga menguasai beberapa cabang pengetahuan lainnya serta teknologi.

 

Dilansir Famous Scientist, Al Farabi memiliki kontribusi dan jasa di bidang sains, filsafat, logika, sosiologi, pengobatan, matematika, dan musik. Hanya saja yang menjadi bidang fokusnya adalah filsafat, logika, dan sosiologi yang juga dikenal sebagai ensiklopedis.

Baca juga: Sst..Ada Keindahan Tersembunyi di Curug Mariuk Bogor

Al Battani

Al Battani memiliki perhitungan hari dalam setahun dan juga dikenal sebagai ahli astronomi. Ia mampu menemukan perhitungan hari dalam setahun yakni 365 hari, 5 jam, 45 menit dan 24 detik dengan berdasarkan perhitungan waktu Bumi mengelilingi matahari.

Hasil perhitungan tersebut mampu menyamai perhitungan menggunakan peralatan canggih.

 

Selain itu ia juga mampu memperhitungkan datangnya musim-musim tertentu melalui perhitungan yang ia miliki. Al Battani dilahirkan di kota Battan dekat Harran dengan nama lengkap Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir Sinan Al Battani. Ia lahir pada tahun 850 - 929 M.

Baca juga: Doa Imam Besar Masjid Nabawi untuk Indonesia

Ibnu Sina

Ibnu Sina atau yang lebih dikenal di dunia barat sebagai Avicenna lahir pada 980 dan meninggal pada 1037. Ibnu Sina dikenal sebagai peletak dasar-dasar ilmu kedokteran.

Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan Referensi di bidang kedokteran selama berabad-abad. Seperti dikutip dari Softschools, Ibnu Sina mempunyai beberapa fakta menarik yang jarang diketahui orang.

Fakta tersebut antara lain, biografi Ibnu Sina ditulis berdasarkan kesaksian salah satu muridnya. Menurut biografi tersebut, ia dilahirkan di sebuah pedesaan di daerah Uzbekistan.

 

Ayahnya adalah gubernur dan orang yang terpelajar. Sang ayah mendorong Ibnu Sina mempunyai pendidikan tinggi. Ia juga mampu menghafal Alquran pada usia sepuluh tahun.

 

Ibnu Batutah

Abu Abdullah Muhammad bin Battutah atau juga Ibnu Batutah merupakan pengembara Berber Maroko. Ibnu Batutah lahir di Tangier, Maroko antara tahun 1304 dan 1307.

Pada usia 20 tahun, Ibnu Batutah berangkat haji ke Makkah. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya hingga melintasi 120.000 kilometer atau sekira 44 negara modern.

Perjalanan Ibnu Batutah ditulis oleh seorang sarjana bernama Ibnu Juzay. Meskipun mengandung kisah fiksi, catatan perjalanannya di dunia merupakan yang terlengkap dari abad ke-14.

 

Ibnu Batutah lebih terkenal sebagai penjelajah dunia. Perjalanannya mencakup kota-kota besar di Afrika Utara, Iskandariyah, Dimyath, Kairo, Aswan di Mesir, Palestina, Syam, Mekah, Madinah, Najaf, Basrah, Syiraz di Iran. Selain itu, Moshul, Diyarbakr, Kufah, Bagdad, Jeddah, Yaman, Oman, Hormuz, serta Bahrain.

Tidak hanya wilayah Timur Tengah, Ibnu Batutah juga sampai ke nusantara. Ibnu Batutah mengatakan bahwa Sumatera sebagai pulau Jawa yang menghijau.

Saat tiba di Kerajaan Samudera Pasai, ia kagum dengan keindahannya. Informasi mengenai pulau Sumatera ini berguna bagi sejarawan untuk mempelajari perkembangan kerajaan tersebut.

Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Ia juga pernah mengembangkan anggapan bahwa tubuh memiliki ketahanan inheren (non-gravitasi) terhadap gerak ke dalam ilmu fisika.

Gagasan ini secara khusus diadopsi oleh Thomas Aquinas dan selanjutnya oleh Johannes Kepler, yang menyebut fakta ini sebagai "inersia".

Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen pada abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas.

 

Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum yang merupakan dua bidang ilmu yang ia kuasai.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini