nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak hanya pada Ibu, Depresi Pasca-Kelahiran Juga Bisa Terjadi pada Ayah

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 13:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 18 196 1899803 tak-hanya-pada-ibu-depresi-pasca-kelahiran-juga-bisa-terjadi-pada-ayah-gMuJdf1MTm.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

BANYAK orang yang lebih berfokus kepada seorang ibu setelah melahirkan. Jarang sekali yang memerhatikan kondisi seorang ayah.

Padahal, baik ibu maupun ayah dapat mengalami masalah yang sama usai anak mereka terlahir ke dunia. Masalahnya yaitu depresi dan kecemasan setelah kelahiran yang dikenal dengan istilah PND.

PND cenderung memengaruhi orangtua di tahun pertama kehidupan bayi mereka. Depresi ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba. Umumnya depresi terjadi pada perempuan dan sekira 10% ibu mengalaminya. Akan tetapi, sekarang ini diakui bila ayah bisa mengalaminya pula dan kadang-kadang disebut sebagai depresi pascanatal paternal (PPND).

 (Baca Juga: Tutorial Pakai Sarung Ini Bukannya Inspiratif Malah Bikin Ngakak, Ada Pakaian Sekte Pengabdi Setan!)

 

Penelitian dari National Childbirth Trust (NCT) telah menemukan fakta jika satu dari tiga ayah baru atau sekira 38% memiliki keprihatinan dengan kesehatan mental mereka. Sementara itu, sebuah studi beberapa tahun lalu yang diterbitkan dalam Pediatrics mengungkapkan depresi di antara ayah baru meningkat sebesar 68% selama lima tahun pertama kehidupan seorang bayi. Penelitian terbaru dari Swedia yang menganalisis 447 ayah baru juga mengungkapkan hal yang sama. Sebanyak 28% ayah memiliki gejala di atas tingkat depresi ringan tetapi hanya satu dari lima orang yang mencari bantuan.

"Kini semakin diakui bahwa depresi pascanatal dan masalah kesehatan mental perinatal lainnya dapat dialami oleh pria maupun wanita,"ungkap Abi Wood selaku kepala kampanye di NCT seperti yang dikutip dari Independent, Jumat (18/5/2018).

 (Baca Juga:Cari Bahan Bacaan untuk Putri Anda? Coba 5 Buku Ini)

Memang belum ada jawaban pasti alasan seorang ayah baru mengalami depresi. Akan tetapi, peningkatan tekanan karena menjadi ayah, lebih banyak tanggung jawab finansial, perubahan dalam hubungan dan gaya hidup, kekurangan waktu tidur, dan beban kerja yang meningkat di rumah dipercaya sebagai penyebabnya.

“Seperti ibu, kepribadian ayah baru turut dipengaruhi oleh faktor sosial, riwayat keluarga, dan riwayat kesehatan mental sebelumnya yang memberikan kesempatan untuk mengembangkan depresi,” jelas Abi.

 (Baca Juga:Yanny vs Laurel Semakin Viral, Apa Jawaban yang Paling Tepat?)

Setiap ayah memiliki kemungkinan untuk mengalami depresi dalam tingkatan yang berbeda. Namun gejalanya hampir mirip dengan yang dihadapi oleh ibu seperti merasa sangat rendah, lelah dan lesu, merasakan ketidakmampuan untuk mengatasinya, sulit tidur, merasa bersalah atau tidak mampu menjalin ikatan dengan bayi, dan memiliki ketakutan obsesif tentang kesehatan atau kesejahteraan bayi.

"Apa pun penyebabnya, penting untuk seorang pria didorong dan didukung agar berbicara tentang pengalaman mereka. Bisa dengan pasangannya, keluarga, teman, atau psikolog,” pungkas Abi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini