nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Penyebab Anak Zaman Sekarang Mudah Terjebak Pergaulan Negatif

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 17:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 18 196 1899858 5-penyebab-anak-zaman-sekarang-mudah-terjebak-pergaulan-negatif-hAm2y6VHtT.jpg Ilustrasi (Foto; Wonderlist)

SAAT ini banyak generasi muda yang terjebak dalam pergaulan negatif dalam kehidupannya. Sebenarnya banyak hal yang bisa diambil dari perilaku tersebut. Sebagai masyarakat bijak, tentunya Anda tidak bisa menyalahkan kesalahan tersebut 100 persen kepada sang anak. Anda harus bisa memilah terlebih dahulu apa penyebab utama seorang anak berperilaku negatif.

Menyadur dari Wonders List, Jumat (18/5/2018), Okezone akan membahas mengenai lima penyebab utama yang mempengaruhi pergaulan anak muda ke arah negatif.

Keluarga yang bercerai

Salah satu yang menyebabkan perilaku anak menjadi tak terkontrol adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tuanya. Perceraian, memiliki dampak yang sangat besar bagi tumbuh kembang sang anak. Pada dasarnya, setiap orang tua (single parent) tidak akan mampu menjadi dua karakter berbeda yang dibutuhkan oleh seorang anak. Ayah mapun ibu memiliki perannya sendiri dalam mendidik seorang anak. So, buat kalian para orang tua, sebisa mungkin hindarilah perceraian untuk menyelamatkan masa depan anak Anda.

 (Baca Juga: Tutorial Pakai Sarung Ini Bukannya Inspiratif Malah Bikin Ngakak, Ada Pakaian Sekte Pengabdi Setan!)

Alkohol dan obat-obatan terlarang

 

Pergaulan anak-anak milenial masa kini yang cenderung mengadopsi gaya hidup ke barat-baratan bisa menjadi bumerang bagi perkembangan anak. Bukan berarti kehidupan anak muda masa kini negatif, semua tergantung pada bagaimana reaksi sang anak dalam menyikapinya. Salah satu faktor yang gampang sekali menjerumuskan anak muda jaman sekarang adalah alkohol dan obat-obatan terlarang. 21 persen siswa menengah atas mengaku pernah mengonsumsi alkohol. Merokok dan menggunakan obat terlarang dianggap menjadi sebuah hal yang keren, apalagi jika melakukannya di hadapan seorang wanita.

Pubertas terlalu dini

Banyak anak-anak yang bersikap dewasa sebelum waktunya. Mungkin jaman dahulu anak berusia 10 hingga 11 tahun masih asik-asiknya menikmati masa kecil dengan bermain. Namun, jaman sekarang anak berusia 10 tahun pun sudah mengenal pacaran. Dalam kasus ini media, maupun tayangan televisi tidak bisa disalahkan 100 persen. Pasalnya karakter si anak yang dewasa sebelum waktunya menjadi penyebab utamanya.

Kekerasan di sekolah

Anak yang mengalami kekerasan di sekolah, baik secara fisik maupun mental tentu akan memiliki emosi yang tidak stabil. Mereka tidak akan bisa bersosialisasi dengan baik, bahkan cenderung menjadi introvert. Anak akan memiliki hati penuh dendam dan akan mempengaruhi perkembangan mentalnya. Dalam kasus yang lebih parah, sang anak bahkan tak segan untuk membunuh untuk membalaskan dendamnya.

 (Baca Juga: Perdana Menteri Malaysia Curi Perhatian karena Kenakan Sandal Kurang dari Rp50 ribu)

Matrealistis

 

Tak segalanya bisa dinilai dengan uang. Mungkin pepatah tersebut wajib ditekankan kepada anak Anda. Banyak anak yang cemburu terhadap sesuatu yang dimiliki temannya. Padahal memiliki sebuah barang bukanlah ukuran kesuksesan dan kebahagiaan seseorang. Jadi jangan pernah biasakan anak Anda untuk selalu mendapatkan benda apapun yang mereka inginkan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini