nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garuda Wisnu Kencana Bali Jadi Patung Tertinggi di Dunia

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 21 406 1900801 garuda-wisnu-kencana-bali-jadi-patung-tertinggi-di-dunia-HIeIpt3jNq.jpg Foto: Koran SINDO

DENPASAR - Bali mempunyai satu ikon baru, yakni patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Kemarin, mahkota seberat sekitar 3,5 ton yang terbuat dari tembaga dilapisi mozaik emas terpasang di kepala dewa Wisnu.

Selain menjadi salah satu patung tertinggi di dunia, GWK akan menjadi patung berbahan tembaga terbesar sejagat. Terpasangnya mahkota menandai hampir rampungnya proses pembangunan GWK yang sempat tersendat selama 29 tahun.

Dengan tinggi 121 meter atau total 271 meter jika dihitung dari permukaan laut, plus bangunan di bawahnya, GWK akan menjadi salah satu patung tertinggi di dunia. Kehadirannya diharapkan bisa menjadi daya tarik dan destinasi wisatawan seperti halnya beberapa patung tertinggi di dunia.

Beberapa patung keagamaan atau tokoh legenda yang menjadi ikon wisata antara lain patung Spring Temple Buddha di China yang memiliki ketinggian 153 m, Laykyun Setkyar di Myanmar (116 m), patung Ushiku Daibutsu di Jepang (110 m), patung Guan Yin di Sanya China (108 m) hingga patung Peter the Great di Moskow, Ru sia (96 m) dan Patung Liberty di New York, Amerika Serikat (93 m).

[Baca Juga: Pemasangan Mahkota Patung Garuda Wisnu Kencana]

Di Asia Tenggara, sejauh ini rekor patung tertinggi dimiliki Great Buddha di Thailand dengan tinggi 92 meter atau patung tertinggi kesembilan di dunia. Pembangunan patung ini dimulai pada 1990 dan selesai pada 2008.

Seluruh patung terbuat dari semen dan dicat dengan cat emas. Patung Buddha raksasa ini dibangun dengan prinsip theravada Buddhisme. Keberadaan patung ini menjadi salah satu destinasi wisatawan penting Negeri Gajah Putih tersebut. Selain bisa menikmati patung dengan desain dan ukiran bernuansa seni spektakuler, wisatawan juga bisa menikmati keindahan Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot melalui bagi an dada patung. Patung GWK yang diproyeksikan se ba gai peng ikat tata ruang Bali bisa di pantau dari radius hingga 20 km.

“Kami berharap GWK betul-betul memberikan manfaat dan memberikan kebanggaan bagi Indonesia bahkan dunia, khusus nya Bali. Inilah wujud kita bersama,” ujar Gubernur Bali I Made Mangku Pastika yang tak bisa menutupi air mata ke ba hagiaan sekaligus keharuannya.

Pastika pantas berbahagia dan terharu mengingat proses pembangunannya yang memakan waktu hampir tiga dekade karena berbagai kendala yang dihadapinya. Bahkan beberapa tokoh yang menggagas patung sudah meninggal dunia. Perasaan tak kalah mendalam diekspresikan seniman yang juga pemrakarsa patung GWK, Nyoman Nuarta. Dia merasa sangat lega karena perjuangan selama lebih dari 28 tahun hampir terbayarkan.

“Karya ini sudah 28 tahun kita perjuangkan, dari saya muda sampai ubanan, dan saat ini hampir selesai. Kita berusaha keras mudah-mudahan bulan Agustus kita bisa selesaikan. Tapi di bulan Oktober kita usahakan agar selesai,” ucapnya.

Dia lantas menuturkan, pem buatan patung GWK bukan sekadar untuk mewujudkan mimpi besarnya, tapi juga jadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Khususnya Bali. “Kalau kita tidak punya mimpi yang besar ini, kapan bangsa kita ada yang bisa dibanggakan. Kita yakin dengan ini, kita berbicara keindahan dan seni, lalu dampaknya nanti pada dunia pariwisata kita. Bangsa kita harus bangkit, bangsa ini tidak akan hebat kalau bangsa sendiri tidak yakin dengan dirinya sendiri,” ungkapnya. Untuk diketahui, pembangunan patung GWK dimulai pada 1990.

Pembangunan GWK yang digagas sebagai land mark pariwisata Bali berangkat dari ide yang dilontarkan se jum lah tokoh, yakni Menteri Pariwisata ketika itu, Joop Ave (alm), Ida Bagus Oka (alm), Ida Bagus Sudjana (alm), dan Nyoman Nuarta. Lokasi yang disepakati untuk membangun GWK adalah di perbukitan kapur Ungasan. Lahan tersebut bekas penambangan kapur yang sudah ditinggalkan.

[Baca Juga: Menanti Akhir Proyek Garuda Wisnu Kencana, Patung Terbesar di Dunia]

Selanjutnya gagasan tersebut dipresentasikan di hadapan Presiden Soeharto dan direstui dan pada 1997 di lakukan peletakan batu pertama. Nah, sejak awal pembangunan itulah muncul berbagai kendala, salah satunya krisis moneter yang secara langsung berimbas pada pendanaan.

Kelanjutan pembangunan kem bali menemukan titik terang setelah GWK diakuisisi PT Alam Sutera Realty Tbk dan Nyoman Nuarta hanya bertindak sebagai seniman pada 2013. Menteri Pariwisata Arief Yahya turut berbahagia dengan hampir tuntasnya pembangunan GWK.

Dia berharap GWK akan menjadi ikon baru di Bali sebagai patung tertinggi dan terbesar kedua di dunia, mengalahkan Patung Liberty di AS, Patung Yesus di Rio de Jeneiro (Christ the Redeemer), patung The Otherland Calls di Rusia. “GWK hanya ada di bawah Spring Temple Buddha 153 meter di Henan China yang di bangun sejak 1997,” ujar dia kepada KORAN SINDO tadi malam.

GWK juga akan diproyeksikan menjadi Cultural Park di Bali dan akan menjadi salah satu pres tasi di era Presiden Joko Widodo. Rencananya GWK akan dijadikan venue host IMFWorld Bank Annual Meeting 2018. “Peristiwa dunia yang dihelat di destinasi kelas dunia, di tempat yang merupakan karya seni patung perunggu terbesar di dunia,” tandas Arief.

Lebih jauh Arief juga melihat ke hadiran GWK akan memperkuat Bali sebagai destinasi nomor 1 dunia versi TripAdvisor 2017 yang diperoleh dari travellers review. Juga memperkuat posisi terbaik nomor 1 honeymoon destination versi Ctrip yang merupakan online travel agent terbesar di China berdasar pilihan outboners Tiongkok.

Pemasangan Mahkota

Pemasangan mahkota menggunakan crane. Mahkota ini adalah modul (kepingan) yang ke- 529 dari total modul 754 buah yang akan membentuk seluruh sosok patung GWK. Pemasangan yang disaksikan ratusan orang itu diawali dengan upacara Ngrastiti dan pecaruan. Bertempat di pelataran GWK Cultural Park di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, upa cara dipimpin 4 pedanda (pendeta Hindu).

Sebagai informasi, pembuatan patung dilakukan di Studio Nyoman Nuarta di kawasan Setra Duta Kencana, Sarijadi, Kota Bandung, Jawa Barat. Pengerjaannya melibatkan sekitar 120 seniman.

Total patung terdiri atas 754 modul yang di sambung dengan teknik corlas. Patung tersebut di ang kut ke Bali dalam bentuk potongan-potongan berukuran 3x4 m menggunakan 500 truk tronton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini