nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Salah, Ketahui Pembagian Porsi Makan yang Tepat di Bulan Puasa

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 02:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 21 481 1901002 jangan-salah-ketahui-pembagian-porsi-makan-di-bulan-puasa-yang-harus-diketahui-xKwoURfPSo.jpg Ilustrasi menu buka puasa (Foto: Alarabiya)

BERPUASA di bulan Ramadan tidak hanya menambah berkah dan pahala. Puasa terbukti bisa membawa sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Sebut saja memberikan kesempatan bagi saluran cerna untuk beristirahat dan memperbaiki proses regenerasi saluran cerna.

"Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan puasa bisa membantu. Selain itu, tekanan darah, kadar lipid darah (kolesterol), kadar gula juga bisa turun karena pada saat puasa makan (menjadi) teratur sehingga tidak berlebihan. Kalau hari biasa kadang makan berlebihan sehingga ada proses oksidasi yang menaikkan tiga hal tadi," ungkap dokter spesialis gizi, dr Fiastuti Witjaksono, SpGK saat ditemui dalam sebuah acara, Senin, 21 Mei 2018 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

 (Baca Juga:7 Makanan & Minuman Berkhasiat untuk Cegah Kanker Kulit)

Walau begitu, ada pula efek negatif bagi kesehatan yang mungkin terjadi pada saat puasa. "Status hidrasi pada saat puasa menurun sehingga risiko dehidrasi dan infeksi kerongkongan meningkat. Selain itu, puasa juga menyebabkan rasa lapar dan haus, lesu, kurang tenaga, daya tahan tubuh menurun, konstipasi, dan lain-lain," tambah dr Fiastuti.

 

Dijelaskan olehnya, agar kesehatan tubuh tetap terjaga pada saat puasa, maka jenis asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi harus diperhatikan. Pada saat puasa, waktu makan dan minum terbagi menjadi tiga yaitu saat sahur, berbuka, dan setelah tarawih. Masing-masing waktu memiliki porsinya sendiri.

Berikut skema makan selama puasa seperti yang dipaparkan dr Fiastuti dalam presentasinya:

 (Baca Juga:Ternyata di Balik Tidur Ngiler Ada Bahaya Kesehatan yang Mengancam)

1. Sahur memakan porsi 40% dari jumlah kalori harian. Pembagiannya adalah makan besar 30% dan makan kecil tepat sebelum imsak 10%. Konsumsilah komposisi lengkap yaitu diet seimbang seperti karbohidrat lengkap (nasi/roti/kentang/bihun), protein hewani (ikan/ayam/telur/daging), protein nabati (tahu/tempe), lemak, serta sayur dan buah. Selain itu minumlah air mineral minimal 2-3 gelas dan susu 1 gelas. Hindari minuman manis karena dapat meningkatkan risiko lapar.

2. Berbuka puasa memakan porsi 50% dari jumlah kalori harian yang terbagi atas 10% makanan manis, 30% makanan lengkap, dan 10% makanan kecil. Awali buka puasa dengan makanan manis agar cepat menggantikan kadar gula darah yang sudah turun. Usahakan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sesuai dengan suhu tubuh. Selain itu hindari minuman yang terlalu dingin karena bisa meningkatkan risiko infeksi tenggorokan. Teh manis, kurma, kolak, dan koktail buah bisa dijadikan pilihan. Setelah itu pilihlah makanan yang seimbang dan minum paling tidak 3-4 gelas.

3. Setelah tarawih porsinya hanya 10% di mana diisi oleh makanan ringan. Jangan lupa untuk minum 1-2 gelas. Hindari konsumsi makanan berat karena dapat membuat saluran cerna bekerja lebih ekstra yang bisa mengganggu kenyamanan tidur atau bahkan menambah berat badan.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini