nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertobatan Lelaki Ateis di Bulan Ramadan Setelah 11 Tahun Belajar Islam

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 23 Mei 2018 04:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 22 196 1901265 pertobatan-lelaki-ateis-di-bulan-ramadan-setelah-11-tahun-belajar-islam-X4d2m8IUIa.jpg (Foto: Khaleejtimes)

HIDAYAH bisa datang kapan saja atas izin-Nya bagi orang-orang yang berusaha untuk mencarinya. Hal inilah yang dialami oleh seorang pemuda bernama Alex Kerimov asal Rusia. Usianya masih terbilang muda ketika ia memeluk Islam, yaitu 27 tahun.

Dilansir Khaleejtimes, Senin (21/5/2018), Alex Kerimov awalnya ateis, namun ia tergerak untuk mau mengetahui tentang Islam. Semasa hidupnya, ia dikelilingi teman-teman muslim yang secara perlahan membuatnya berubah.

Ia diperkenalkan tentang agama secara tidak langsung selama bertahun-tahun. Pada saat usianya 16 tahun, sebagai non-muslim, ia untuk pertama kalinya berpuasa.

"Semua orang di sekitar saya melakukannya. Semua teman saya, termasuk dua sahabat saya, adalah muslim sehingga saya melakukannya untuk merasakan orang yang kurang beruntung yang tidak memiliki banyak makanan," kata Kerimov.

 

Mulai puasa pada musim panas, ia mengatakan kesulitannya adalah tidak memiliki air, terutama selama kelas olahraga. Namun, pengalaman itu membuatnya merasa berbeda dalam cara yang lebih baik. "Tubuhku terasa lebih ringan dan aku merasa lebih energik daripada saat aku makan siang hari," ujarnya.

Tibalah saat Kerimov memiliki pencerahan, tepatnya pada 2014. Ia selalu melihat dua ujung spektrum melalui pengalamannya dengan teman-teman Muslim, yang membuatnya mengajukan pertanyaan.

"Saya dikelilingi oleh praktisi Muslim yang saya rasa damai, namun saya juga melihat pihak lain yang mengabaikan Islam dan terkadang menolak untuk mengakuinya sebagai agama mereka," jelasnya.

Ia mengatakan, dirinya ingin lebih banyak mengetahui tentang agama yang orang tampaknya mengikutinya sebagai cara hidup atau sepenuhnya mengabaikan agama itu.

 

Membaca buku-buku dan Alquran dilakukannya hingga ia menemukan sesuatu yang menarik. Disebutkan di Alquran apa yang dibuktikan oleh sains ribuan tahun kemudian.

"Lalu aku bertanya-tanya siapa yang bisa menulis semua fakta rinci ini dan mengetahui keajaiban ini bahkan sebelum sains membuktikannya? Aku selalu berpikir ada kekuatan yang lebih tinggi, tetapi tidak pernah memberinya nama," terangnya.

Perlahan-lahan, segala sesuatunya tampak terang. Saat pertengahan Ramadan 2014, Kerimov pergi ke masjid universitasnya dan memutuskan untuk masuk Islam sebagai cara hidup.

Ia berpuasa melewati hari-hari yang tersisa dan berdoa. "Hidup saya lebih teratur dan terstruktur sekarang ketika saya menjadwalkan hari saya di sekitar salat lima waktu. Sebelum Islam, saya mengikuti arus tanpa tujuan tertentu. Sekarang saya lebih suka memiliki struktur dan hidup dengan itu karena Islam bukan hanya agama, itu adalah cara hidup," kata Kerimov.

Baca juga: Berulang Tahun di Hari Pemakaman Istri, Inilah Ungkapan Hati Rasyid Rajasa

Baginya, berpuasa sekarang menjadi suatu hal yang alami. "Ramadan ialah waktu yang seharusnya Anda coba untuk lebih dekat dengan Tuhan dan meningkatkan spiritualitas Anda," pungkasnya.

Baca juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini