nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apakah Kalori Baik untuk Kesehatan Tubuh? Begini Penjelasan Ahli

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 09:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 22 481 1901106 apakah-kalori-baik-untuk-kesehatan-tubuh-begini-penjelasan-ahli-Inm0WpQFW6.jpg Ilustrasi (Foto: Forbesindia)

BUKAN rahasia lagi bahwa kandungan kalori tidak hanya berdampak buruk pada tubuh, tetapi juga memiliki segudang manfaat kesehatan. Menurut University of California, Davis, minuman manis memiliki peran unik dalam menjaga masalah kesehatan kronis.

Kalori dalam makanan apa pun memang diketahui berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiometabolik lainnya. Risiko penyakit ini bahkan meningkat ketika minuman dikonsumsi pada program diet yang tidak menghasilkan kenaikan berat badan.

Setidaknya terdapat 22 peneliti yang mencoba mengeksplorasi apakah semua jenis kalori memiliki efek yang sama pada penyakit kardiometabolik dan obesitas. Studi ini memberikan tinjauan yang luas tentang diet yang tanpa disadari dapat menyebabkan obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes II.

“Yang kita temukan baru-baru ini adalah sekelompok ilmuwan dengan segudang pengalaman dalam bidang nutrisi dan metabolisme tubuh setuju bahwa minuman manis meningkatkan faktor risiko kardiometabolik dibandingan dengan jumlah pati yang sama,” kata ketua penelitian, Kimber Stanhope.

(Baca Juga:Separah Apakah Penyakit Hipertiroid dan Masalah Tulang Belakang yang Menyerang Jet Li?)

Hal lain yang menarik dari penelitian adalah peran aspartam yang digadang-gadang dapat dijadikan pengganti gula. Para peneliti mengklaim aspartam tidak dapat meningkatkan berat badan pada orang dewasa. Stanhope mengatakan, fakta ini mungkin mengejutkan bagi sebagian besar orang.

“Jika Anda mencari informasi di internet tentang aspartame, orang-orang awam akan yakin bahwa nutrisi atau kandungan pada makanan ini dapat membuat mereka gemuk. Padahal kenyataannya tidak. Yang harus kita ketahui bahwa tidak ada studi yang membahas pemanis nonkalorik dapat menaikkan kenaikan berat badan pada manusia,” jeas Stanhope.

Kalori

Para penulis juga setuju, konsumsi lemak tak jenuh ganda (n-6) seperti yang ditemukan pada beberapa minyak sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan, dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan obesitas. Sementara itu, makanan yang terbuat dari susu seperti keju dan yogurt diklaim dapat menurunkan risiko kardiometabolik.

(Baca Juga:7 Makanan & Minuman Berkhasiat untuk Cegah Kanker Kulit)

Penelitian meninjau tantangan yang dihadapi para ahli nutrisi dalam menafsirkan nutrisi terbaik bagi manusia.

“Kami memiliki jalan yang panjang untuk mendapatkan jawaban yang tepat untuk berbagai permasalahan gizi. Namun demikian, kami setuju bahwa pola diet sehat yang terdiri dari biji-bijia yang diproses secara minimal, buah, sayura, dan lemak sehat dapat meningkatkan kesehatan dibandingkan dengan pola makan khas Barat yang mengedepan kelezatan,” tukas Standhope. Demikian dilansir dari Times Of India, Senin (21/5/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini