nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Petugas Dinsos Dipukul Keluarga Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 15:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 22 481 1901269 cerita-petugas-dinsos-dipukul-keluarga-penderita-gangguan-jiwa-yang-dipasung-rpWQCzSjDY.jpg Ilustrasi penderita gangguan jiwa (shutterstock)

BENGKULU - Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mencatat jumlah orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) atau psikotik masih tinggi, jumlahnya mencapai 169 orang dan sebagian besar berusia produktif.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Selatan Heriyadi di Manna, Selasa, menyebutkan dari 169 ODGJ itu tercatat sebanyak 84 orang merupakan psikotik murni, 41 orang dirantai, 31 orang dikurung dan 13 orang dipasung.

Baca Juga: Disukai Masyarakat Dunia, Katy Perry Malah Cela Gaun Pernikahan Meghan Markle

 Ilustrasi, ShutterstockIlustrasi penderita gangguan jiwa (foto: Shutterstock)

Psikotik merupakan ganguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang dalam menilai kenyataan, sehingga muncul gejala berupa delusi dan halusinasi. Penderita akan memandang kenyataan secara abnormal.

Heriyadi mengakui tidak mudah mengevakuasi penderita ganguan jiwa yang dikurung, dirantai atau dipasung sebab pihak keluarga menolak untuk dipisahkan.

"Beberapa keluarga ada yang menolak kedatangan kami ketika hendak melakukan evakuasi. Mereka malu, sebab psikotik masih merupakan hal tabu di daerah ini," paparnya.

Ia mencontohkan, ketika petugas Dinas Sosial dan tim antipasung mendatangi lokasi pemasungan di Kota Manna, pihak keluarga melarang petugas membawa penderita psikotik itu ke Rumah Sakit Jiwa Soeprapto di Kota Bengkulu.

"Pihak keluarga marah, lalu memukul petugas kami hanya karena tidak rela psikotik itu dibawa ke rumah sakit," kata Heriyadi.

Heriyadi menjelaskan, evakuasi pederita psikotik di Bengkulu Selatan merupakan implementasi program Pemerintah Pusat dalam mewujudkan Indonesia Bebas Pasung 2019 mendatang. Biaya pengobatan psikotik sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah melalui BPJS. Dinas Sosial sendiri telah mengevakuasi delapan orang gila yang dipasung.

"Kami akan terus berupaya melakukan evakuasi terhadap para pederita psikotik di daerah ini," imbuhnya.

Ilustrasi, ShutterstockIlustrasi Gangguan Jiwa (Shutterstock)

Untuk mendukung Gerakan Bengkulu Selatan Bebas Pasung, lanjutnya, masyarakat perlu memahami bagaimana menangani anggota keluarga yang menderita ganguan jiwa berupa penanganan medis, bukan dengan pemasungan.

Baca Juga: Rachael Ray Keluarkan Rp1 Miliar untuk Anjing Kesayangan

Saat ini Dinas Sosial Bengkulu Selatan telah menerjunkan petugas untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat yang anggota keluarganya menderita psikotik.

"Ganguan jiwa itu bisa disembuhkan melalui penanganan medis yang tepat. Dan jika pihak keluarga melakukan pemasungan, maka mereka tidak manusiawi," pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini