nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Driver Ojol Ini Ungkap Beratnya 'Ngojek' Sambil Berpuasa

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 23 Mei 2018 07:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 23 196 1901552 driver-ojol-ini-ungkap-beratnya-ngojek-sambil-berpuasa-6b1YsXAevb.jpg Kisah Driver Ojol (Foto: Okezone)

BERPUASA merupakan salah satu kewajiban umat Islam di bulan Ramadan. Tentunya tidak mudah untuk menjalankan ibadah puasa di tengah cuaca panas yang melanda Jakarta sejak beberapa hari lalu. Butuh usaha dan tekad yang kuat agar bisa menyelesaikan puasa dengan baik.

Meski demikian cuaca terik, polusi dan kemacetan Ibu Kota tak menyurutkan semangat driver Ojek Online (Ojol) di Jakarta. Sambil berpuasa, mereka dengan sigap mengambil orderan para pelanggannya. Mereka ternyata memiliki cara tersendiri untuk mengatasi rasa lapar dan haus sambil bekerja.

Ngatimin salah satunya, meski telah berusia 50-an, semangatnya untuk berpuasa tak kunjung kendor. Ia tetap menjalankan aktivitasnya dengan menarik para penumpang sambil berpuasa.

Sebagaimana dihimpun Okezone, Selasa 22 Mei 2018, Ngatimin mengaku bekerja (Ojol) sambil berpuasa, bukanlah hal yang gampang. Lemas, haus dan ngantuk merupakan tantangan yang harus dilewati Ngatimin di bulan puasa.

"Yang paling berat itu pas puasa hari pertama. Ngantuk dan haus jadi masalah utamanya. Tapi untung saya bisa melewatinya. Setelah melewati puasa hari pertama, hari-hari berikutnya tubuh sudah bisa beradaptasi. Sekarang sih jadi sudah terbiasa puasa sambil bekerja," ucap Ngatimin.

Terbukti hingga hari ini, Ngatimin berhasil menjalani ibadah puasanya dengan sempurna. Ia mengaku mengatur jam kerja dengan baik, istirahat cukup dan menjaga makanan menjadi kunci utamanya dalam bekerja.

"Sampai saat ini, puasa saya masih sempurna. Supaya tidak lelah, saya mengatur jam kerja. Saya mulai narik (bekerja) jam tiga sore dan pulang jam 10 malam. Jadi saya bisa buka puasa di jalan dan ikut tarawih di masjid. Kalau untuk buka puasa, saya cukup minum air putih. Kalau makanan untuk buka sih beda-beda. Kalo pas lagi dekat rumah, saya pulang dulu buat makan. Tapi kalau jauh, terpaksa saya cari warung tegal (Warteg)," lanjutnya.

Ngatimin mengaku memiliki penyakit kurang darah (anemia). Oleh sebab itu, ia serius dalam mengatur pola makannya. Ia cenderung menjauhi jeroan supaya bisa bekerja dengan baik.

"Saya punya penyakit kurang darah. Jadi saya selalu minum obat sebelum bekerja. Selain itu saya juga selalu menjauhi jeroan. Saya sudah berumur, jadi nyari aman saja dengan menghindari makanan seperti itu," tuntasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini