Share

Cedera Kaki saat Olahraga? Ini Penanganan Akurat yang Perlu Dilakukan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 23 Mei 2018 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 23 481 1901641 cedera-kaki-saat-olahraga-ini-penanganan-akurat-yang-perlu-dilakukan-o5OgJ8jeN1.jpg Ilustrasi cedera (Foto: Ist)

OLAHRAGA pada zaman sekarang ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. Olahraga juga salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta menjaga bentuk tubuh tetap ideal.

Saat ini juga sudah semakin banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan baik wanita maupun pria. Olahraga yang dilakukan dengan benar dan baik akan memberikan hasil dan manfaat pula. Sebaliknya, olahraga yang dilakukan dengan tidak tepat atau memaksakan tubuh saat sudah lelah maka akan menimbulkan cedera.

Cedera tidak hanya di bagian tangan dan bahu, tapi kaki juga rentan terhadap cedera olahraga, terutama bagi para pemain sepak bola dan basket.

 Baca Juga: Rekaman Suara "Yanny VS Laurel" Terbongkar! Orang Ini Ternyata Perekamnya dan Membongkar Apa Kata yang Paling Tepat!

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Foot dan Ankle, Dimas R. Boedijono mengatakan, cedera olahraga pada kaki dan pergelangan kaki yang umum terjadi di antaranya adalah robeknya ligamen pergelangan kaki, cedera tendon achilles, dislokasi tendon peroneal, dan keluhan nyeri yang berhubungan dengan kondisi flatfoot atau kaki datar.

 

Sama halnya dengan cedera tangan dan bahu, saat cedera di bagian kaki juga memerlukan penanganan yang tepat seperti melakukan diagnosis dengan memanfaatkan CT Scan, MRI, dan teknologi mutakhir lainnya juga diperlukan untuk memastikan jenis cedera dan tingkat keparahannya.

"Pemeriksaan MRI dan CT Scan merupakan tindakan non-invasive untuk mengetahui kondisi ligamen pergelangan kaki pasien dan melihat apakah ada cedera lainnya yang tidak teriihat saat menggunakan modalitas radiologi konvensional seperti X-ray. Pemeriksaan yang Iebih baik akan membantu untuk menentukan apakah memerlukan tindakan pembedahan atau cukup dengan tindakan konservatif seperti fisioterapi," ungkapnya dalam acara media gathering RS Pondok Indah Grup di Hotel Pullman, Jakarta.

Menurutnya, pemeriksaan MRI dilakukan apabila dicurigai terjadi cedera pada sendi, otot, ligamen, ataupun tendon untuk mendapatkan hasil anatomi jaringan Iunak dalam tubuh dengan Iebih jelas. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi rinci dan membantu dokter dalam menilai kondisi yang berhubungan dengan gejala, kondisi, atau cedera tertentu.

Sementara pemeriksaan CT Scan dilakukan apabila dicurigai adanya cedera pada tulang. Kemampuan CT Scan dalam mengambil gambar dari berbagai sudut, termasuk gambar kondisi patah tulang yang terjadi, membantu dokter untuk mendapatkan gambaran dengan jelas sehingga penanganan dapat diberikan Iebih cepat dan tepat.

Selain itu, tindakan arthroscopy merupakan salah satu metode diagnosa dan penanganan minimal invasive untuk cedera serius pada bagian sendi bahu dan kaki. Tindakan ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk memasukkan kamera dan alat yang akan bekerja ke bagian persendian yang mengalami cedera. Dengan arthroscopy, pembedahan dapat dilakukan tanpa membuat sayatan besar dengan waktu pengerjaan dan waktu pemulihan pasien yang relatif Iebih cepat.

Baca Juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding

Dia juga menjelaskan pada beberapa kondisi tertentu, seperti adanya robekan ligamen yang membuat pergelangan kaki menjadi relatif tidak stabil dan tidak bisa melakukan gerakan yang melibatkan ketangkasan, maka penanganan dengan metode rekonstruksi primer dapat menjadi pilihan.

"Setelah dilakukan tindakan tersebut, maka diperlukan penanganan terpadu dengan bagian fisioterapi untuk mengembalikan fungsi sendi dan kebugaran pasien tersebut," tukas dia.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini