Share

Mengapa Makan Daging dan Telur Penyu Dilarang? Ini Alasannya

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Kamis 24 Mei 2018 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 24 298 1902097 mengapa-makan-daging-dan-telur-penyu-dilarang-ini-alasannya-xAsDGYHClB.jpg Telur penyu (Foto: Pieladylife)

POPULASI penyu di seluruh dunia terancam punah akibat ulah manusia. Mulai dari perburuan untuk dimakan daging dan telurnya, seperti di Amerika Serikat (AS), serta tingkah manusia yang mengubah habitat asli penyu.

Atas dasar itu lah American Tortoise Rescue (ATR) pada 2000 menginisiasi penetapan Hari Penyu Sedunia setiap 23 Mei. Menarik untuk membahas lebih lanjut mengenai konsumsi daging dan telur penyu.

Konsumsi daging dan telur punya tidak begitu familiar di Indonesia. Tetapi, di Benua Amerika, khususnya belahan Amerika Utara dan Tengah, daging serta telur penyu kerap dimakan penduduk setempat.

 Baca juga: Kim Kardashian Kembali Foto Vulgar! Ups, Putingnya Nyempil

Sebenarnya, konsumsi daging dan telur penyu mengandung bahaya tersendiri sesuai penelitian ilmiah. Epidemiologi margasatwa dari Columbia University, Alonso Aguirre, mencatat ada beberapa infeksi mematikan yang terdapat dalam daging penyu.

Melansir dari Sciencenews, Kamis (24/5/2018), daging penyu mengandung bakteri salmonella yang dapat mengakibatkan sakit kepala, nausea, muntah-muntah, dan diare. Kandungan bakteri tersebut ditemukan oleh peneliti pada kasus infeksi yang menyerang 36 orang komunitas aborigin Australia pada 1999. Sebanyak 60% responden mengaku mengonsumsi daging penyu hijau sehari sebelum jatuh sakit.

 

Daging penyu juga mengandung bakteri leptospirosis yang mengakibatkan sakit kepala, demam tinggi, nyeri pada otot, dan muntah-muntah. Data yang dikumpulkan Aguirre pada 2003-2004 menunjukkan, sebanyak 80% dari sampel penyu hijau di Baja California mengandung 8 dari 10 tipe bakteri leptospiroris.

Sementara untuk telur penyu, hasil studi yang dilakukan Smithsonia Tropical Research Institute di Panama dan McGill University pada Juni 2016 menunjukkan, telur penyu mengandung logam berat. Salah satu unsur logam berat yang terkandung adalah kadmium.

Melansir dari Smithsonian Insider, logam berat cenderung menetap di tubuh seseorang yang terpapar dan akan terakumulasi dalam jaringan lemak seumur hidup. Paparan kadmium dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada ginjal serta tulang.

 Baca juga: 5 Cara Handphone Merusak Kulit Diam-Diam, Yuk Disimak

Selain kadmium, para peneliti juga menemukan kandungan merkuri, arsenik, mangan, besi, timah, dan seng dalam telur penyu. Dampak buruk logam-logam tersebut bagi tubuh manusia amat beragam, mulai dari kerusakan syaraf hingga kanker.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini