nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Suasana Tempo Dulu dari Surau Berusia 216 Tahun di Pontianak

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 24 Mei 2018 14:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 24 406 1902176 mengintip-suasana-tempo-dulu-dari-surau-berusia-216-tahun-di-pontianak-r1CXZ4BlnS.jpg (Foto: Ade Putra/Okezone)

MESKI berusia ratusan tahun, Surau Baitannur yang terletak di Jalan Tritura, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, Kalimantan Barat ini masih tampak kokoh. Juga tetap terawat.

Dari papan yang bertuliskan cagar budaya ini, Surau Baitannur didirikan pada tahun 1216 H atau 1802 M. Pendirinya merupakan seorang Nahkoda bernama Ahmad.

Surau ini seluruh bangunannya berbahan dari kayu. Mulai dari dinding, lantai, dek dan beratapkan sirap. Terasnya juga dari kayu. Tinggi lantai dari tanah sekitar dua meter. Suasana tempo dulu masih terasa jika masuk ke dalam surau ini.

Pengurus Surau Baitannur, Muhammad bin Ismail menjelaskan, tidak ada perubahan dari bentuk aslinya. Semuanya dipertahankan, kecuali pengecatan.

 

"Ini surau yang tertua. Berdasarkan informasi dari nenek datok kita, dibuat oleh seorang Nakhoda Ahmad," kata Muhammad, Kamis (24/5/2018).

Muhammad memastikan, semua bahan bangunan masih orisinil. Walaupun ada beberapa komponen yang diganti. Seperti engsel pintu maupun baut. "Tapi bahan utamanya tetap selalu dijaga," tambahnya.

Di Surau Baitannur, ada dua pintu masuk bagi para jamaah. Di dalamnya pun disekat menjadi dua bagian fungsi sebagai batas shaf antara perempuan dan laki-laki.

Terdapat tiga jendela di bagian belakang shaf perempuan. Enam jendela di sisi samping letak jamaah laki-laki. Tak ada perbedaan ukuran antara pintu dengan jendela. Ditambah dengan kaca bermotif di atas pintu dan jendela yang susah dicari untuk saat ini.

 

Baca Juga: 5 Cara Handphone Merusak Kulit Diam-Diam, Yuk Disimak

"Kapasitas surau ini mampu menampung kurang lebih dua ratus jamaah," terangnya.

Selain bangunan, ada juga beberapa barang antik yang masih terpajang di dalamnya. Seperti kaligrafi dari kayu jenis Belian yang dipahat. Beduk dari kulit sapi yang masih terawat. Kini, Surau Baitannur sudah didaftarkan menjadi salah satu cagar budaya.

Baca Juga: Dermawannya Pangeran Harry, Undang Anak Yatim Piatu yang Ditemuinya 14 Tahun Lalu

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini