nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Patahkan 7 Mitos Skizofrenia yang Sering Dipercaya Orang Awam

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 24 Mei 2018 15:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 24 481 1902202 patahkan-7-mitos-skizofrenia-yang-sering-dipercaya-orang-awam-rAYF4QzfvE.jpg (Foto: Thehealthsite)

SKIZOFRENIA salah satu gangguan kesehatan mental yang membuat kualitas hidup pasiennya memburuk. Meski seiring zaman berubah, sayangnya masih banyak mitos dipercayai.

Sejak lama, skizofrenia masih dianggap penyakit keterbelakangan mental yang membuat pasiennya dijauhi masyarakat. Harus dipatahkan stigma yang menyebut bahwa pasien skizofrenia sama dengan orang gila.

Untuk itu, Anda harus mengenali beragam mitos seputar skizofrenia yang sudah seharusnya tidak dipercaya. Simak ulasannya berikut ini, dilansir Thehealthsite, Kamis (24/5/2018).

Mitos 1: Skizofrenia disebabkan karena kelalaian orangtua saat mengasuh

Fakta: Skizofrenia memiliki banyak penyebabnya. Ada banyak model genetik, perkembangan saraf yang mencoba menjelaskan penyebab penyakit itu. Tapi sampai saat ini, penyebab dari skizofrenia masih jadi misteri.

Penyakitnya bersifat universal, ada di seluruh dunia dan memiliki 1% penduduk yang mengidapnya. Sementara itu, pola asuh yang buruk dapat menyebabkan gangguan kepribadian, depresi, penyalahgunaan zat dan penyakit kejiwaan lainnya, tetapi berbeda halnya dengan pemicu skizofrenia.

Mitos 2: Pasien yang menderita skizofrenia memiliki kepribadian ganda

Fakta: Ini adalah keyakinan yang sangat umum bahwa pasien dengan skizofrenia memiliki kepribadian ganda. Seolah-olah mereka berperilaku menjadi dua orang yang berbeda, sesuai situasi yang dihadapinya.

Namun dalam kenyataannya, mereka telah kehilangan kontak dengan realitas dan halusinasi besar yang mempengaruhi mentalnya.

 

Mitos 3: Pasien dengan skizofrenia alami keterbelakangan mental

Fakta: Pasien yang menderita skizofrenia meskipun kadang-kadang memiliki masalah komunikasi dan perhatian, tetapi mereka punya kecerdasan normal. Anda tak perlu khawatir dan takut bila ingin dekat dengan mereka. Karena mereka layak hidup seperti orang biasa yang tidak mengalami masalah apapun.

Baca Juga: Dermawannya Pangeran Harry, Undang Anak Yatim Piatu yang Ditemuinya 14 Tahun Lalu

Mitos 4: Pasien skizofrenia perlu masuk ke rumah sakit jiwa

Fakta: Di masa lalu pasien yang menderita penyakit mental selalu dirawat di rumah sakit jiwa. Mereka biasa tinggal di sana seumur hidup. Tetapi sekarang dengan kemajuan terbaru dalam terapi pengobatan, sebagian besar pasien skizofrenia dapat dirawat di rumah.

 

Mereka pun bisa dekat dengan keluarganya dan layak bekerja untuk menghidupi keluarganya.

Baca Juga: 5 Cara Handphone Merusak Kulit Diam-Diam, Yuk Disimak

Mitos 5: Penderita skizofrenia tidak dapat bekerja dan malas

 

Fakta: Meskipun penyakit yang diidapnya membuat mereka sengsara, tetapi mereka tetap layak hidup dengan beraktivitas dan bekerja. Mereka mampu bekerja menghidupi keluarganya.

Hanya saja banyak stigma dari masyarakat di lingkungan sekitarnya. Hentikan perbuatan stigma yang membuat hidupnya tidak nyaman dan semakin tertekan karena banyak faktor.

Mitos 6: Obat-obatan untuk skizofrenia berhenti seiring waktu

Fakta: Ini mungkin salah satu kesalahpahaman paling menggagalkan pasien yang ingin sembuh dari skizofrenia. Mereka bisa sembuh dan kenali mentalnya dengan mengonsumsi obat.

Namun, ini juga disesuaikan dengan gaya hidupnya. Itu terkait dengan perubahan kimia tubuh, diet, usia, dan banyak faktor lainnya.

MIitos 7: Skizofrenia tidak dapat diobati

Fakta: Skizofrenia dapat disembuhkan, tetapi dengan pengobatan yang tepat dan modifikasi gaya hidup sehat untuk pasiennya. Jangan dengar kata orang bahwa penyakit ini sulit disembuhkan.

Patuhi saja apa yang dokter ucapkan saat Anda konsultasi. Pasien skizofrenia bisa bangkit dan hidup normal seperti orang lain dengan cara menyenangkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini