nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Beli Hewan Secara Online, Ini Akibatnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2018 10:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 25 196 1902522 jangan-beli-hewan-secara-online-ini-akibatnya-a2yGmdFp3t.jpg Hewan Peliharaan (Standard)

MEMBELI hewan peliharaan tentu sangat mengasyikkan. Pasalnya hewan bisa membantu Anda dalam mengusir stres dan mengisi waktu luang. Di jaman yang serba canggih saat ini, penjualan hewan peliharaan sudah semakin mudah, Anda bisa menjumpai banyak toko online yang menjual beraneka ragam hewan.

Namun, sebuah penelitian menyatakan bahwa kehidupan hewan yang dijual di toko online sangat memprihatinkan. Tempat penampungan hewan telah memberi tahu masyarakat agar tidak tertipu untuk membeli hewan peliharaan melalui media sosial atau aplikasi dan situs web yang tidak terpercaya.

 Baca juga: Gemasnya, Anak Kucing Bermata Bulat Sedang Ngempeng!

Kucing Peliharaan

Berdasarkan survei 20% dari anjing yang ditinggalkan majikannya di pusat kota pada tahun lalu dibeli secara online. Penelitian terbaru menemukan iklan penjualan anjing dibuat online setiap dua menit. Sekiranya satu iklan setiap lima menit untuk seekor kucing. Hal itu menunjukkan bahwa banyak hewan yang beresiko terlantar.

Bulan lalu, seekor anak kucing bernama Nimbus berusia empat minggu, dikumpulkan oleh pemilik barunya setelah dibeli melalui aplikasi penjualan mobil. Anak kucing itu menderita kesakitan, terbakar dan tertutup air kencingnya sendiri.

 Baca juga: Pria Ini Nekat Berenang Melintasi Samudera Pasifik Selama 6 Bulan

Diperlukan waktu berminggu-minggu perawatan penuh oleh dokter hewan dan perawat di badan amal untuk pulih. Tak hanya Nimbus yang mengalami kemalangan, anjing jenis Saint Bernard bernama Bear ditinggalkan di rumah oleh majikannya selama beberapa minggu terakhir. Diketahui, Bear dibeli secara online dari vendor nakal.

Bear datang dengan kutu, mata yang terinfeksi, kutil, dan permen karet di ekornya. Kondisi seperti ini yang membuat hewan-hewan tersebut hidup menderita.

 Anjing

“Nimbus terlalu muda untuk dipisahkan dari ibunya ketika ia dijual secara online. Ia dating kepada kami dalam kondisi yang buruk. Pasalnya, ia tidak bisa membersihkan dirinya dengan benar. Nimbus tidak diberi makan dengan baik karena sangat kurus,” ungkap Shaun Opperma, selaku kepala dokter hewan Battersea, melansir dari Standard, Jumat (25/5/2018).

 Baca juga: Dermawannya Pangeran Harry, Undang Anak Yatim Piatu yang Ditemuinya 14 Tahun Lalu

Alhasil tim dokter yang menangani Nimbus harus membuatnya tenang secara perlahan dan bersikap layaknya seekor ibu kucing tersebut. Mereka memberinya makan dan mengajari caranya merawat diri sendiri.

“Tim dokter kami harus masuk dan memainkan peran ibu, membantunya memberi makan dan belajar untuk merawat dirinya sendiri. Selain itu kami juga memberikan perawatan untuk infeksi mata dan sakit perutnya,” tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini