nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Efektifkah Diet dengan Cara Berpuasa? Ini Jawabannya

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2018 15:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 25 481 1902648 efektifkah-diet-dengan-cara-berpuasa-ini-jawabannya-yqGOYkTf3q.jpg (Foto: Free Images)

BANYAK orang yang memanfaatkan momentum bulan Ramadan sebagai ajang untuk diet dan mengurangi berat badan. Dengan tidak makan (berpuasa) diklaim berat badan bisa menurun karena tidak banyak karbohidrat dan kalori yang diserap oleh tubuh.

Meski demikian, nyatanya masih banyak orang yang gagal untuk menurunkan berat badannya meski ikut berpuasa selama satu bulan penuh. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan berat badan tetap tak kunjung turun meski telah berpuasa.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr.Jovita Amelia, M.Sc, Sp.GK menilai bahwa pola makan yang salah menjadi faktor utama diet tidak berjalan dengan efektif. Lapar mata saat berbuka puasa menjadi salah satu penyebab utama kegagalan diet.

“Pola makan yang salah menyebabkan diet tidak efektif. Biasanya orang berbuka puasa dengan yang manis-manis, tanpa disadari asupan kalori yang diserap tubuh akan meningkat. Selain itu kebiasaan lapar mata dan suka icip-icip takjil atau makanan berbuka lainnya, membuat berat badan seseorang semakin meningkat di bulan puasa,” tutur Dr.Jovita, dalam acara bersama Halodoc, Jumat (25/5/2018).

 

Selain itu kebiasaan makan saat sahur bisa menjadi penyumbang kegagalan diet. Biasanya masyarakat kerap mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dengan upaya bisa menahan lapar lebih lama. Dr.Jovita menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya membutuhkan makanan bergizi dan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks itu sendiri terdapat pada roti gandum, beras merah, sayuran dan buah. Makanan semacam inilah yang bisa membuat kenyang lebih lama.

“Jangan banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi. Selain menyebabkan ngantuk saat puasa, makanan tersebut juga akan meningkatkan berat badan Anda. Solusinya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Namun, setelah makan, ada baiknya Anda tidak bermalas-malasan, melainkan menjalankan aktivitas seperti biasanya," lanjutnya.

Baca Juga: Ingin Tampil Cantik dengan Harga Terjangkau saat Lebaran? Milenial Harus Lihat Koleksi Ini

Dr.Jovita juga berpesan supaya memperhatikan porsi makanan saat sahur dan berbuka. Jumlah asupan kalori dalam tubuh, perlu diperhatikan supaya tubuh tidak menjadi gemuk.

 

Baca Juga: Gemasnya, Anak Kucing Bermata Bulat Sedang Ngempeng!

“Porsi makan pasti lebih banyak saat berbuka puasa. Tapi saat sahur sebaiknya Anda harus memenuhi 30-40% kebutuhan tubuh, sahur setidaknya bisa memenuhi 400-500 kalori. Ketika berbuka puasa, setidaknya Anda mengonsumsi 500 kalori dan malam sebelum tidur, bisa ditambah sebanyak 400 kalori,” tutupnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini