nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Obesitas Sebabkan Anak Jadi Lemot?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2018 21:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 25 481 1902849 benarkah-obesitas-sebabkan-anak-jadi-lemot-JbVWyjd1dz.jpg Ilustrasi Obesitas. (Foto: Shutterstock)

SEBUAH penelitian yang dilakukan oleh Brown University menunjukkan bahwa obesitas dapat mengganggu hormon yang menstimulasi otak. Akibatnya, bagi anak-anak yang terkena obesitas maka akan mempengaruhi pembelajaran dan memori anak-anak.

Peneliti Brown University juga menunjukkan bahwa skor IQ mungkin lebih rendah bagi anak-anak yang memiliki berat badan berlebihan.

"Beberapa tahun pertama anak-anak sangat penting untuk perkembangan kognisi, dan kami menyelidiki apakah adipositas di beberapa tahun awal memiliki dampak pada kemampuan kognitif anak di kemudian hari," kata Nan Li, peneliti utama seperti dilansir Thehealthsite, Jumat (25/5/2018).

Para peneliti pun fokus pada sekelompok anak-anak yang berat badannya relatif terlalu tinggi. Adapun penelitan pada anak-anak tersebut, dimulai pada usia satu atau dua tahun, dan yang kemudian menjalani serangkaian tes kognitif.

Baca Juga: Jangan Panik! Sering Kentut saat Berpuasa, Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh Anda

(Foto: Shutterstock)

Selain diukur berat dan tinggi badan dalam dua tahun pertama, perkembangan setiap anak pun diikuti dari waktu ke waktu melalui kunjungan ke rumah oleh staf terlatih. Setiap anak berpartisipasi dalam setidaknya satu pengukuran kemampuan kognitif pada usia lima atau delapan tahun.

Beberapa anak memang bertambah berat badannya, namun tubuh dengan cepat dan menjadi kurus. Sementara beberapa anak lainnya, menjadi kelebihan berat badan atau obesitas tetapi tidak memiliki pertumbuhan yang cepat.

Peneliti pun membandingkan berat badan dengan tinggi badan relatif, sekaligus mengukur jaringan adipose. Para peneliti ingin mempelajari dampak dari adipositas pada perkembangan saraf anak-anak. "Kami terutama tertarik pada anak-anak yang berisiko besar obesitas," kata Li.

Baca Juga: Gara-Gara Mahar Wanita Ini Cuma Menikah 15 Menit, Bagaimana Kisahnya?

(Foto: Shutterstock)

Para peneliti pun ingin mengeksplorasi, apakah anak-anak berisiko obesitas memiliki nilai tes kognitif lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang tidak. Kemudian, para peneliti pun melakukan serangkaian tes yang menilai kemampuan kognitif, ingatan, perhatian dan impulsif umum mereka.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa kinerja anak-anak yang berisiko obesitas tampaknya tidak terpengaruh pada pada beberapa tes. Namun, ada tiga dampak signifikan yang didapat dari tes tersebut.

(Foto: Shutterstock)

"Kelebihan adipositas di di masa pertumbuhan dikaitkan dengan IQ rendah, penalaran perseptual dan kemampuan mengingat pelajaran di sekolah," kata Li.

"Fungsi ini kemudian dikaitkan dengan keberhasilan akademis pada anak-anak, dan sangat penting untuk kesehatan fisik dan kesuksesan," tambah para penulis tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini