nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Baju Lebaran 2018, Desainer Ini Angkat Kaftan Bermotif Batik

Annisa Aprilia, Jurnalis · Minggu 27 Mei 2018 17:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 26 194 1903049 tren-baju-lebaran-2018-desainer-ini-angkat-kaftan-bermotif-batik-usLIzCp1sz.jpg (Foto: Press Conference & Fashion Show Miracle Ever After)

RAMADAN bergulir menuju Idul Fitri, hari yang dinanti-nanti saat setiap manusia saling memaafkan dan bersilaturahmi. Ini merupakan satu kebiasaan masyarakat Indonesia yang cukup unik. Ya! Apalagi kalau bukan mengenakan baju baru.

Saking sudah menjadi tradisi, membeli, memiliki, dan mengenakan baju baru saat Idul Fitri sampai dijadikan lagu dan dinyanyikan oleh salah seorang penyanyi cilik.

Omong-omong soal baju lebaran, biasanya para perancang busana sudah menyiapkan koleksi teranyar dan terbaiknya sebelum Ramadan, agar masyarakat tertarik membeli untuk dikenakan saat bulan puasa dan di hari Idul Fitri nanti.

Salah satu perancang busana yang memfokuskan rancangannya pada kain-kain warisan Indonesia, yaitu Dhara menuturkan, pada Ramadan dan Idul Fitri 1439 H kali ini, dia mengeluarkan warna-warna warisan leluhur Indonesia atau yang disebut The Colour of Heritage.

“Alasan saya angkat tema tersebut, karena kalau saya riset dari pelanggan, warna merah-hitam, cokelat, biru, merah-kuning, adalah warna yang sering dicari oleh pelanggan,” ungkap Dhara belum lama ini, di salah satu mall kawasan Jakarta Selatan.

Untuk pemilihan bahan dan motif, Dhara mengaku dirinya masih menggunakan batik. Namun, untuk motifnya, Dhara menghadirkan beberapa motif untuk Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

“Bahan kebanyakan pemilihan bahannya masih kain batik. Ada motif lereng, batik Barut, dan kawung,” imbuhnya.

Oleh karena busana rancangan Dhara cukup banyak peminatnya, dalam koleksi khusus Ramadan dan Idul Fitri, dia memilih untuk membuat busana yang bisa dikenakan oleh perempuan tidak berhijab dan berhijab. Sehingga busana rancangan Dhara bisa dikenakan oleh setiap perempuan Indonesia dari berbagai kalangan.

“Permintaan khusus tidak ada, karena kita bukanlah busana khusus perempuan berhijab. Tapi tidak berarti pula perempuan berhijab Indonesia tidak bisa mengenakannya, sebab bisa mengombinasikan busana dengan manset dan hijab, jadi terbuka untuk semua kalangan,” lanjutnya.

Meskipun bahannya adalah kain batik atau tenun khas tradisional Indonesia, Dhara tetap mengemasnya dalam bentuk kaftan. Jadi, pada Idul Fitri 1439 ini perempuan Indonesia bisa berlebaran dengan nuansa Indonesia.

Baca juga: Khasiat Air Nabeez, Minuman Favorit Rasulullah SAW dari Rendaman Kurma

“Ada kaftan yang bisa dipakai untuk perempuan berhijab atau tidak berhijab, tetap dengan sentuhan Indonesia. Jadi, beridul fitri dengan nuansa warisan Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Midnight Sale di Jakarta untuk Berburu Baju Lebaran, Catat Tanggalnya!

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini