Takut Punah, Restoran Diminta Berhenti Jual Sirip Hiu Biru

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Sabtu 26 Mei 2018 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 26 298 1903130 takut-punah-restoran-diminta-berhenti-jual-sirip-hiu-biru-oaVMyM49is.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAAT ini kampanye tentang larangan penjualan sirip hiu semakin gencar dilakukan. Pasalnya populasi hiu di dunia semakin menurun setiap tahunnya. Berdasarkan informasi, seperempat spesies hiu tengah menghadapi kepunahan saat ini.

Penjualan dan tingkat konsumsi sirip ikan hiu telah melampaui batas, meski telah dilakukan kampanye tentang kesadaran public dan perlindungan beberapa spesies.

Salah satu negara yang masih gencar melakukan perdagangan sirip hiu adalah Hong Kong. Mereka merupakan pusat perdagangan global sirip hiu dunia. Mereka mengaku hanya memperjualkan sirip hiu biru yang saat ini populasinya masih melimpah, dan spesies tersebut adalah bukan spesies hiu yang terancam punah.

Saat ini, lebih dari 50 gerai rumah makan di seluruh kota Hong Kong menawarkan berbagai hidangan sirip hiu biru. Jika dibiarkan, nantinya spesies ini pun bisa menyebabkan kepunahan. Hal tersebut juga telah diungkapkan oleh Uni Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN).

Baca Juga: Jangan Sering Menahan Kentut, Ini Dampaknya bagi Kesehatan!


Banyak ahli biologi kelautan, ahli perikanan dan kelompok hijau mengatakan hiu biru telah mengalami penurunan populasi sejak 2005. Diprediksi mereka akan segera bergabung dalam daftar hewan yang terancam punah, jika nelayan tidak berhenti memburu mereka.

Sebagaimana dilansir ChinaDialogueOcean, dalam sebuah surat Wild Aid mengumpulkan lebih dari 250 tanda tangan ilmuwan, akademisi, dan organisasi lingkungan. Beberapa artis seperti Sir Richard Branson, Dr Sylvia Earle dan Dr Jane Goodall juga ikut berpartisipasi mendukung kampanye sirip hiu WildAid.

Mereka bahkan membuat sebuah katalog yang lebih lengkap, untuk menunjukkan kekhawatiran mereka tentang hiu biru. Studi Universitas Dalhous mengatakan sekira 100 juta hiu di seluruh dunia dibunuh setiap tahunnya.

Baca Juga: Siapkan Hidangan Berbuka Puasa, Yuk Masak Bandeng Panggang Sambal Mangga

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah hiu biru di wilayah Pasifik dan Samudra Atlantik, antara akhir 1980-an dan awal 2000-an, terus menerus turun hingga 6 persen secara global tiap tahunnya.

Alhasil, beberapa spesies lain menjadi target buruan para nelayan. Mereka beralih memburu hiu martil dan oceanic whitetips di bawah Cities Appendix II protection pada 2013. Para peneliti menemukan banyak perubahan setelah membandingkan hasil riset 1999 dengan penelitian terakhir pada 2005. Mereka percaya ada banyak perubahan populasi dalam 19 tahun terakhir.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini