nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Legen, Sari Buah Lontar yang Jadi Minuman Favorit untuk Buka Puasa di Tuban

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 27 Mei 2018 15:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 27 298 1903323 legen-sari-buah-lontar-yang-jadi-minuman-favorit-untuk-buka-puasa-di-tuban-j6WfOr18K2.jpg Legen (Foto: Ideusahadagang)

BAGI Anda yang pernah berkunjung ke Kabupaten Tuban, minuman satu ini mungkin tak asing di telinga. Namun bagi yang belum pernah jangan khawatir, kita akan mengulas minuman khas dari Kabupaten Tuban yang memiliki sensasi kesegaran ini.

Karena sensasi kesegarannya itulah, setiap bulan Ramadhan legen menjadi salah satu menu favorit untuk melepas dahaga usai berpuasa. Legen sebenarnya berasal dari buah pohon lontar atau siwalan, pohon lontar ini sendiri merupakan pohon dari suku palmae atau arecaceae, suku yang sama dengan pohon kelapa, aren, dan pinang.

Pohon lontar ini banyak tumbuh di daerah – daerah yang bersifat kering. Di Indonesia pohon lontar banyak ditemukan di bagian timur Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara.

Di Kabupaten Tuban, tanaman pohon lontar atau siwalan ini banyak dijumpai lantaran kontur tanah yang kering dan berkapur. Dari pohon lontar inillah bunganya daapt diolah menjadi legen dengan cara disadap.

 Baca juga: Midnight Sale di Jakarta untuk Berburu Baju Lebaran, Catat Tanggalnya!

Nama legen sendiri, menurut salah seorang penjual legen, Kasmito Ali Rahman (54), berasal dari kata dasar legi dalam bahasa Jawa yang berarti manis. Legen kebanyakan dibuat dari bunga pohon lontar atau siwalan jenis perempuan yang bunganya berbentuk sulur.

 

“Sulur bunga ini dipotong sedikit demi sedikit untuk disadap getahnya dan ditampung pada potongan bambu satu ruas,” ujarnya Rahman kepada okezone.

Penyadapan ini biasanya memakan waktu semalam. Bila pada sore hari tabung bambu diletakkan sebagai penampung, maka pada pagi harinya satu bambu itu sudah terisi penuh. “Kalau sekarang memang beberapa sudah menggunakan wadah dari plastik menggantikan bambu. Tapi memang aromanya masih kalah jika disadap menggunakan bambu,” ujar pria yang berjualan di kawasan Pantai Boom Tuban ini.

Sesuai namanya legen, mempunyai citra rasa manis, seperti terdapat kandungan soda, namun dengan tekstur yang lembut dan kental.

“Kalau teksturnya kental tapi memang tidak sekental sirup,” ungkap Rahman.

Meski rasa dan aromanya yang menyegarkan, minuman legen termasuk minuman yang tak bisa tahan lama.  “Dalam waktu 4 jam akan berubah rasanya, kalau direbus bisa tahan sampai 10 jam. Ya kalau mau beli harus langsung diminum supaya tidak basi. Paling enak kalau diminum dingin,” jelas pria empat anak ini.

 

Seorang pembeli legen, Adi Prasetya menyatakan di bulan Ramadhan ini, dirinya tak kurang tiga hari sekali melepas dahaga dengan minum legen.

"Kalau dingin lebih segar memang. Rasanya dahaga puasa itu terbayar," tuturnya.

Selain menyegarkan minuman legen ternyata menurut memiliki manfaat untuk memperbaiki fungsi dari organ ginjal. Di samping itu, legen mampu mengobati gejala impotensi, dan meningkatkan produksi sel sperma.

 Baca juga: Khasiat Air Nabeez, Minuman Favorit Rasulullah SAW dari Rendaman Kurma

Namun di sisi lain legen, bukanlah minuman yang tahan lama disimpan. Minuman tersebut mengalami proses fermentasi jika disimpan dan menjadi tuak yang sifatnya memabukkan. Bagi Anda yang ingin mencoba minuman ini, tak perlu merogoh kocek mahal. Satu botol legen dengan ukuran 1500 ml dijual kisaran harga Rp3.000 – Rp5.000.

Jadi tak ada salahnya bila anda kebetulan melintasi Kabupaten Tuban, mencoba minuman khas bumi Ronggolawe Tuban ini.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini