nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akibat Kasus Tak Boleh Numpang Toilet, Kini Starbucks Ijinkan Pelanggan Nongkrong Tanpa Harus Beli Minuman

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 27 Mei 2018 12:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 27 298 1903335 akibat-kasus-tak-boleh-numpang-toilet-kini-starbucks-ijinkan-pelanggan-nongkrong-tanpa-harus-beli-minuman-YeS3npRhTw.jpg Gerai Starbuck (Foto: Nytimes)

Gerai Starbucks yang berada di seantero dunia pasti ramai didatangi kaum milenial. Tapi ketika datang kesana, kamu pasti merasa wajib membeli minuman kopi atau teh. Tapi kini tidak lagi lho!

Beberapa waktu lalu, heboh aksi rasis yang menimpa dua pria berkulit hitam saat mengunjungi gerai Starbucks di Philadelphia, Amerika Serikat. Mereka datang tidak untuk membeli minuman, tapi hanya ingin duduk dan menggunakan fasilitas toilet.

Aksi itu bermula dari dua pria datang ke gerai berlambang Ratu Pequod hanya untuk numpang menggunakan toilet. Tapi karyawan justru menolak dan menelefon polisi.

Karena perbuatan mereka seperti itu, akhirnya harus ditangkap polisi setempat. Aksi ini menimbulkan banyak cibiran dari pengunjung lain, yang membuat mereka tidak nyaman. Ini terjadi karena dinilai kurang pantas.

Setelah kejadian itu, CEO Starbucks Kevin Johnson pun mengeluarkan aturan baru saat berkunjung ke gerainya. Ya, siapapun yang datang kesana diperbolehkan tanpa harus membeli makanan atau minuman.

"Setiap pelanggan dipersilakan untuk menggunakan ruang Starbucks, termasuk toilet, kafe, dan teras kami, terlepas dari apakah mereka membeli atau tidak," ujarnya Juru Bicara Haley Drage, dilansir Newyorktimes, Minggu (27/5/2018).

Kevin juga meminta maaf kepada yang bersangkutan atas kejadian ini. Setelah ditangkap, rupanya dua pria kulit hitam itu sudah bebas dari bui.

Sementara itu, karyawannya dianggap berbuat kesalahan fatal dan kini dipecat. Ia juga akan mengevaluasi kinerja para karyawan gerai kopinya itu supaya tak menyisakan citra buruk.

“Sejak insiden yang terjadi April lalu, kami telah berkomitmen untuk mengevaluasi kebijakan dan praktik lain,” terangnya.

Atas kejadian ini, CEO Kevin berjanji bahwa akan melatih karyawannya supaya tidak semena-mena terhadap pelanggan. Termasuk mengajari mereka dalam kondisi apa harus menelefon pihak kepolisian tanpa harus mengganggu kenyamanan pengunjung.

 "Kebijakan ini kami berlakukan di semua gerai Starbucks Amerika Serikat," tambahnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini