Waspada! Ini 7 Titik di Kamar Hotel yang Jorok dan Penuh Kuman

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 28 Mei 2018 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 28 481 1903653 waspada-ini-7-titik-di-kamar-hotel-yang-jorok-dan-penuh-kuman-MO3KzpMuSB.jpg Kamar Hotel (Foto: Foxnews)

KEBERSIHAN menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan seseorang dalam memilih hotel atau tempat penginapan. Semakin higienis suatu tempat menginap, semakin banyak tamu yang hendak memesan kamar.

Meski kebersihan dijaga dengan baik, faktanya masih ada titik-titik yang paling jorok atau kotor di dalam kamar hotel. Berikut titik-titik yang berpotensi menyebarkan kuman atau bakteri tersebut, sebagaimana melansir dari New York Post, Senin (28/5/2018):

 (Baca Juga: Midnight Sale di Jakarta untuk Berburu Baju Lebaran, Catat Tanggalnya!)

Permukaan kamar mandi

Bak mandi di kamar hotel penuh dengan bakteri. Karena itu, ada baiknya Anda mengurangi aktivitas di kamar mandi. Ahli mikrobiologi dan patologi dari NYU School of Medicine, Philip Tierno menerangkan, mikroorganisme di kamar mandi terbentuk seiring berjalannya waktu.

Perlu diperhatikan juga bahwa tempat lembab adalah kesukaan dari bakteri yang bisa menyebabkan penyakit kaki serta jamur. Direktur Medis dari Pusat Perawatan Alergi dan Asma New York, Dr. Clifford Bassett mengatakan, jika mencium bau jamur, Anda sudah pasti terpapar oleh jamur.

Tierno menyarankan agar menyiram air panas selama satu menit serta menyemprot shampoo atau gel mandi ke permukaan kamar mandi sebelum masuk. Cara tersebut cukup ampuh untuk mengurangi organisme.

Ujung shower

Idealnya, kepala pancuran atau shower head, diganti setiap tahun oleh tempat penginapan. Jika tidak atau tidak dibersihkan dengan benar, maka tamu berisiko terpapar bakteri Legionella. Bakteri yang biasa muncul di tempat persediaan air itu sangat berbahaya bagi orang dewasa dengan kekebalan tubuh yang rendah. Tierno sekali lagi menyarankan agar menyalakan pancuran dengan air panas selama 1-2 menit sebelum mandi.

Toilet

Bagian ini sangat penting untuk diperhatikan. Jika toilet terlihat kotor, segera minta untuk pindah kamar atau bahkan berganti hotel. Meski demikian, Anda juga bisa berjaga-jaga dengan selalu membawa tisu pembersih yang mengandung alkohol.

Tisu pembersih tersebut bisa dipakai untuk membersihkan tempat duduk atau pegangan flush toilet di mana bakteri sering terkumpul. Sebab, partikel kotoran dapat mengandung norovirus, atau kuman perut.

Remote televisi

Remote televisi sudah pasti dipegang oleh banyak tangan. Belum tentu para tamu sebelumnya memegang remot dalam kondisi tangan yang bersih sehingga rentan terpapar kuman. Selain itu, debu, rambut, bagian serangga, hingga sisa kosmetik kerap menempel di badan remote.

Keringat yang menempel di remote juga bisa mempercepat pertumbuhan organisme. Untuk mencegah terpapar kuman, Tierno menyarankan agar remote dibungkus dengan kantong plastik sebelum digunakan.

Kasur


Tierno menyarankan agar Anda segera melepas bedspread atau penutup tempat tidur di kamar hotel ketika tiba. Sebab, bagian tersebut sangat rentan terkena beberapa cairan tubuh seperti keringat, sisa air seni, hingga sperma.

Tetapi, Anda tidak perlu khawatir jika menemukan penutup kasur dalam keadaan terlipat di ujung kasur saat tiba. Pastikan agar penutup itu tidak lagi diletakkan di kasur.

Karpet

Karpet biasanya menjadi sarang dari tungau debu. Bassett menyarankan agar orang yang rentan terhadap alergi, mencari kamar hipoalergenik yang dilengkapi sistem pemurnian udara, sarung bantal microfiber, dan penutup kasur untuk membersihkan debu serta bulu.

Di bawah kondisi yang lembab, spora jamur dapat tumbuh dengan cepat. Tierno menyarankan agar Anda senantiasa berjalan dengan menggunakan sandal hotel atau alas kaki lainnya.

(Baca Juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding)

Perabotan yang lembut


Tierno menyarankan agar Anda sebaiknya menghindari duduk di kursi empuk yang terlihat nyaman. Sebab, tamu yang nakal biasanya duduk di sana dalam keadaan telanjang. Kondisi itu berpotensi menyebarkan bakteri staphylococcus lewat ketiak dan rongga dubur yang meningkatkan potensi infeksi staph.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini