nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Tokoh yang Ikuti Jalan Buddha, Salah Satunya Sampai Bakar Diri!

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 29 Mei 2018 16:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 29 196 1904113 4-tokoh-yang-ikuti-jalan-buddha-salah-satunya-sampai-bakar-diri-XDGc3twPvM.jpg Buddhist. (Foto: Shutterstock)

NAMO Buddhaya. Tepat pada hari ini umat Buddha di seluruh dunia merayakan Hari Waisak yang biasa diperingati setiap satu hari pada bulan Mei di saat bulan purnama bersinar terang. Waisak diperingati sebagai kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini, Nepal, pada 623 Sebelum Masehi (SM).

Selain kelahiran tokoh berjuluk Buddha Gautama itu, Tri Suci Waisak juga memperingati Penerangan Agung kepada sang pangeran di usia 35 tahun pada 588 SM, serta wafatnya Buddha Gautama di Kusinara di usia 80 tahun pada 543 SM. Rangkaian tersebut lantas dikenal sebagai Tri Suci Waisak dalam Konferensi Persaudaraan Buddha Sedunia di Sri Lanka pada 1950.

Cahaya terang sang Buddha tidak hanya menghampiri Pangeran Siddharta saja, tetapi juga beberapa orang yang lantas menjadi seorang bikku atau biksu. Berikut beberapa di antaranya, melansir dari Ranker, Selasa (29/5/2018):

Baca Juga: Mitos dan Fakta di Balik Megahnya Candi Borobudur, Percaya atau Tidak?

1. Pangeran Siddharta

(Foto: Reuters) 


Sebagai tokoh utama agama Buddha, Pangeran Siddharta tidak bisa dilepaskan dari mereka yang mendapat cahaya terang. Buddha sendiri artinya secara harafiah adalah orang yang telah mencapai penerangan sempurna.

Siddharta lahir dan besar di lingkungan Kerajaan Suku Sakya dari pasangan Sri Baginda Raja Suddhodana dan Ratu Mahamaya Dewi. Dia dirawat oleh bibinya, Ratu Maha Pajapati, setelah Mahamaya Dewi meninggal dunia hanya tujuh hari setelah kelahirannya. Pajapati lantas dijadikan istri oleh sang ayah.

Saat masih kecil, para pertapa meramal Pangeran Siddharta kelak akan menjadi Chakrawartin atau Maharaja Dunia. Sang pangeran hanya akan menjadi Buddha jika melihat empat macam peristiwa yakni, orang menjadi tua, orang sakit, orang mati, dan seorang pertapa.

Baca Juga: Negara-Negara Ini Punya Tradisi Unik untuk Rayakan Hari Waisak

(Foto: Shutterstock)

Ketika dewasa, Pangeran Siddharta yang bosan dengan kehidupan kerajaan, meminta izin keluar lingkungan istana. Pada kesempatan berbeda, ia melihat empat peristiwa yang diramalkan sebelumnya oleh para pertapa. Semua itu memunculkan pertanyaan dalam benaknya tentang apa artinya hidup jika harus menderita.

Pada suatu malam di usia 29 tahun, Siddharta meninggalkan semua kehidupan duniawi ala kerajaan dan menjadi pertapa. Setelah mengembara dan bertapa selama enam tahun, Pertapa Gautama mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Samyaksam-Buddha di bulan Waisak pada usia 35 tahun.

2. Thich Nhat Hanh

(Foto: Shutterstock)

Pria kelahiran Vietnam pada 1926 itu mulai masuk ke biara Tu Hieu pada usia 16 tahun. Selama menjalani kehidupan di biara, dia menempuh pendidikan di Buddhist Academy Vietnam. Thich baru ditahbiskan sebagai biksu pada 1949.

Nhat Hanh lantas dikenal sebagai seorang guru, penyair, dan juga aktivis perdamaian. Ia saat ini tinggal di Biara Plum Village di wilayah selatan Prancis. Ia tinggal di Negeri Mode bukan tanpa alasan, melainkan karena mengasingkan diri usai Perang Vietnam.

Thich Nhat Nanh baru diizinkan masuk kembali ke tanah kelahirannya pada 2005. Saat ini, dia sudah menulis lebih dari 100 buku, termasuk 40 buku dalam bahasa Inggris.

3. Thich Quang Duc

(Foto: Shutterstock)

Biksu dari aliran Mahayana Buddha itu mulai masuk biara pada usia tujuh tahun. Seusai mendalami agama, dia ditahbiskan menjadi biksu di usia 20 tahun pada 1917.

Ironisnya, nama Thich Quang Duc dikenal karena aksinya yang bisa dikategorikan sebagai bunuh diri. Dia membakar diri di persimpangan jalan yang sibuk di Saigon, Vietnam, pada 11 Juni 1963. Aksi tersebut dilakukan untuk memprotes persekusi terhadap umat Buddha oleh pemerintah Vietnam Selatan yang dipimpin Ngo Dinh Diem.

Aksi bakar diri Thich Quang Duc lantas mengubah sejarah di Vietnam. Ngo Dinh Diem akhirnya jatuh oleh kudeta yang dilakukan kaum nasionalis non-komounis. Saat hendak diungsikan, Diem akhirnya tewas dibunuh oleh tentara kaum nasionalis pada November 1963.

4. Matthieu Ricard

(Foto: Shutterstock)

Pria kelahiran 15 Februari 1946 itu tumbuh besar di kalangan intelektual Prancis. Ia sendiri menyelesaikan gelar doktoral di bidang genetika molekuler dari Pasteur Institute pada 1972. Namun, setelah itu ia memutuskan menanggalkan semua karier di bidang ilmu pengetahuan dan berkonsentrasi pada ajaran Buddha di Tibet.

Ricard lantas pergi ke India dan tinggal di Himalaya. Ia diajar oleh guru Kangyur Rinpoche. Setelah sang guru wafat pada 1991, Ricard lantas membaktikan hidupnya untuk memenuhi semua visi Riponche.

Dia dikenal sebagai penulis buku, ahli biologi, dan juga biksu. Pemerintah Prancis pernah menganugerahkan French National Order of Merit atas kerja kemanusiaannya di Timur. Ricard beberapa kali juga menjadi pembicara dalam Forum Kebahagiaan Dunia yang digelar di Sydney, Australia; London, Inggris; San Fransisco, Amerika Serikat; dan Singapura.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini