Tips! Kenali Penyebab Serangan Jamur di Rumah Anda

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 30 Mei 2018 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 30 196 1904425 tips-kenali-penyebab-serangan-jamur-di-rumah-anda-E3XvAlSV8c.jpg Ilustrasi. Foto: renovasibangunanrumah.com

HAMPIR semua rumah mengalami gangguan yang disebabkan jamur. Kebayangkan baru menyadari setelah serangan jamur mencapai tahap serius.

Artinya, jamur sudah menampakkan gejala fisik yang dapat dilihat secara kasat mata. Jamur dapat tumbuh di aneka benda yang terbuat dari bebatuan, kayu, ataupun kain yang acap kali digunakan di rumah. batu-batuan yang Anda gunakan di taman atau aksesori rumah lainnya, kayu pada irisan (talenan) di dapur, atau handuk di kamar mandi.

Serangan jamur di benda-benda ini akan mengganggu estetika dan merusak fungsi benda. Jamur juga bisa tumbuh di dinding, lantai, atau plafon rumah. Di elemen-elemen ini pertumbuhan jamur yang kronis akan dapat meruntuhkan kekuatan bangunan dan mem buatnya rusak.

Nah yang banyak dilakukan orang saat memberantas jamur selama ini, umumnya hanya merupakan tindakan sementara. Karenanya, banyak yang putus asa, serangan jamur datang lagi. “Membasmi jamur harus dilakukan dengan mencegahnya muncul kembali. Berantas sampai ke akarnya atau sumbernya,” ujar Siswanto, arsitek yang beberapa kali membantu kliennya mengatasi serangan jamur di dindingnya.

Ilustrasi. Foto Istimewa

[Baca Juga: Yuk, Siasati Pemasangan Bata Ekspos agar Tak Berjamur dan Lembab]

Siswanto menambahkan, pada kebanyakan orang yang mengalami masalah jamur di dinding rumahnya, melakukan tindakan pengecatan ulang, mengecat dengan cat minyak, menutupinya dengan wall-paper, atau tripleks.

Tindakan tersebut hanya sementara karena jamur akan muncul lagi dan tetap tumbuh. Ini terjadi lagi karena sumber tidak bisa dihilangkan atau dihambat. Dari beberapa kasus yang dialami Siswanto, beberapa hal bisa menjadi penyebab munculnya jamur.

Di antaranya kondisi tanah tempat bangunan didirikan, momen membangun yang salah, seperti saat musim hujan, proses membangun yang tidak tepat, kelembapan udara yang tinggi, atau dinding yang banyak terpapar air.

Mengapa hal-hal di atas dikaitkan dengan tumbuhnya jamur? Hal ini dilihat dari sifat pertumbuhan dan perkembangan jamur. Di daerah lembap dan kurang terpapar oleh cahaya matahari, jamur dapat tumbuh subur.

Ilistrasi. Foto Fabelio

Kelembapan di ruang atau pada elemen bangunan terjadi karena sering terpaparnya objek olahan air, padahal pengeringannya minimal kandungan air yang terjebak cukup lama inilah yang menyebabkan kelembapan dan pertumbuhan jamur yang cepat.

[Baca Juga: 6 Trik Bikin Kamar Mandi di Rumah Wangi dan Bersih Sepanjang Hari]

Lebih lanjut Siswanto mengungkapkan, sebaiknya kondisi tanah yang basah (tanah bekas sawah misalnya), jangan langsung dibangun, tapi dikeringkan dahulu.

Itu karena air di tanah sawah dapat menyerap ke ronggarongga dan menyerap ke dalam dinding. Dinding yang dibangun saat musim hujan sangat sulit kering, dan jika dilakukan penyamaan struktur semen terdapat kandungan air yang tinggi dan terjebak.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini