nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minuman Bersoda Ini Sempat Mengandung Kokain, Tebak Apa?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 04:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 30 298 1904659 minuman-bersoda-ini-sempat-mengandung-kokain-tebak-apa-HAgSoV58IW.jpg Ilustrasi Minuman Bersoda. (Foto: iStockphoto)

BERBICARA soal minuman bersoda, Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan produk yang satu ini. Ya, Coca-Cola menjadi salah satu merek paling ikonik dalam sejarah kuliner dunia. Bahkan, hampir semua orang telah meminumnya.

Kisah asal-usul Coca-Coala sendiri diketahui sebagai pengetahuan umum yang diciptakan oleh seorang apoteker asal Atlanta bernama John Pemberton. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa pada awalnya, minuman tersebut ternyata mengandung kokain dan kadar alkohol yang cukup tinggi.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut fakta-fakta unik seputar Coca-Cola, berikut Okezone rangkumkan beberapa di antaranya, sebagaimana dilansir dari TheDailyMeal.

Baca Juga: Cara Kencan Unik di 5 Negara, Jomblo Boleh Coba Nih

(Foto: cloudinary)

Namanya berasal dari 2 bahan utama

Tidak banyak yang mengetahui bahwa nama Coca-Cola diambil dari dua bahan utamanya yaitu, coca leaf dan kola nut. Ekstrak coca leaf pada dasarnya adalah kokain yang masuk dalam kategori obat-obatan terlarang, sementara kola nut digunakan karena mengandung kafein yang tinggi.

(Foto: cloudinary)

Awalnya beralkohol

Resep Coca-Cola yang diciptakan John Pemberton didaftarkan pada tahun 1885. Pada awalnya, minuman ini masuk dalam kategori minuman beralkohol dan sering disuguhkan di berbagai pesta.

Pada awalnya, Coca-Cola dikembangkan sebagai olahan coca wine dan pertama kali dibuat di Prancis pada tahun 1860-an, dan diproduksi oleh Vin Mariani, sebuah brand minuman beralkohol yang menjadi brand favorit Ratu Victoria, Thomas Edison, hingga Ulysses S. Grant.

(Foto: cloudinary)

Awalnya mengandung 9 miligram kokain per gelas

(Foto: cloudinary)

Kandungan wine pada Coca-Cola telah dihapus dalam resep setelah Atlanta menerapkan undang-undang yang melarang penggunaan bahan dasar tersebut pada tahun 1886. Akibatnya, minuman tersebut hanya menyisakan kandungan coca dan kola di dalam resepnya.

Disebutkan dalam resep asli Pemberton bahwa setiap 1 galon sirup akan dicampurkan dengan 5 ons daun koka. Namun sebelum kokain dilarang pada awal tahun 1903, setiap gelas Coca-Cola diyakini mengandung sekitar 9 miligram kokain.

Logo terinspirasi dari tulisan tangan formal

(Foto: cloudinary)

Jika Anda telah lahir pada akhir 1880-an, dan melihat logo Coca-Cola, Anda tentu akan langsung segera mengenalinya. Ya, logo brand minuman ini ternyata terinspirasi dari tulisan tangan formal yang disebut dengan istilah Spencerian script.

Gaya penulisan ini memang telah diajarkan kepada anak-anak, sebelum mesin tik ditemukan. Tulisan tersebut sangat umum digunakan dari sekitar tahun 1850 hingga 1925. Anda juga bisa menemukan gaya penulisan Spencerian pada logo Ford Motor Company.

Pengganti morfin

(Foto: cloudinary)

Setelah terluka dalam perang sipil, mantan Kolonel Konfederasi John Pemberton membutuhkan morfin dalam jumlah besar untuk menyembuhkan luka-lukanya. Namun mengingat harganya yang cenderung tinggi, dia mulai mencari pengganti obat tersebut dengan melakukan eksperimen sendiri di rumahnya.

Setelah mengalami sejumlah kegagalan, John berhasil menemukan prototype yang nantinya menjadi resep Coca-Cola. Ia menyebut resep ini sebagai “ tonik otak dan minuman intelektual”.

1 / 4
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini