nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Susu Kecoa Bakal Jadi Makanan Super? Ini Fakta-Fakta di Balik Ide Gila Tersebut

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 11:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 31 298 1904871 susu-kecoa-bakal-jadi-makanan-super-ini-fakta-fakta-di-balik-ide-gila-tersebut-1oln6bq1Ow.jpg

MEDIA sosial kini dihebohkan dengan beredarnya kabar bahwa susu kecoa diyakini mampu menjadi makanan super bagi manusia di masa depan. Kabar ini juga yang kemudian menjawab fungsi kecoa di muka bumi.

Namun, Anda mesti sadar bahwa hasil penelitian ini gila. Kecoa yang biasanya ditakuti mayoritas orang, malah bermanfaat bagi manusia, ya, sekali pun hasil penelitian tetap sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan. Tapi, sekali lagi, kalau ada panganan lain, kenapa mesti mengonsumsi susu kecoa ini?

Anda perlu tahu bahwa fenomena susu kecoa ini pertama kali viral pada 2016. Jadi, jika Anda baru heboh sekarang, dua tahun sebelum ini para ilmuwan sudah heboh duluan. Pada 2016 lalu, kabar ini mencuat karena ditemukannya gizi baru dalam spesies kecoa.

Nah, hal penting lainnya yang mesti diketahui di sini adalah kecoa yang bisa digunakan sebagai penghasil susu itu tidak sembarang. Bukan kecoa yang lewat di dekat tong sampah atau bawah gerobak dagangan. Kecoa di sini khusus yaitu Diploptera Punctata atau sejenis kecoa kumbang Pasifik. Kecoa ini tidak bertelur seperti kecoa lainnya. Jenis kecoa yang satu ini ternyata beranak, ya, dia mamalia!

Kecoa ini memberi makan anak-anaknya berupa cairan mirip dengan susu manusia. Makanya kemudian muncul susu kecoa yang mungkin sebelumnya Anda berpikir, "dari mana datangnya susu di tubuh kecoa?".

(Baca Juga: Tak Kalah oleh Anak Muda, Ini Lansia yang Eksis di Dunia Modeling)


Sekilas mengenai susu kecoa ini. Penelitian di 2016, yang dilakukan oleh Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine (IUCr) di India, menyimpulkan bahwa kristal yang dihasilkan oleh kecoa Diploptera Punctata ini berkhasiat dan dapat bermanfaat bagi manusia. Tapi apakah Anda akan benar-benar bisa mengonsumsi susu kecoa? Menurut laporan yang dikeluarkan BuzzFeed News, jawabannya tidak!

Jadi, jika Anda mencari alternatif produk susu yang berkelanjutan, Anda jauh lebih baik mencoba pilihan susu yang sudah ada sekarang, dibanding menanti susu kecoa ini benar-benar eksis di masa depan.

(Baca Juga: Ada 'Kembaran' Soeharto, Prabowo hingga Jokowi Duduk di Kursi KRL)


Lebih lanjut, setelah penelitian 2016 menjadi viral, para ilmuwan di belakang proyek mengisyaratkan bahwa protein dalam susu kecoa bisa berakhir menjadi bergizi bagi manusia.

"Kristal yang dihasilkan kecoa ini seperti makanan lengkap - mereka memiliki protein, lemak, dan gula. Jika Anda melihat ke urutan protein, mereka memiliki semua asam amino esensial," kata penulis studi Sanchari Banerjee dalam sebuah wawancara dengan The India Times. 

Sekali lagi, meskipun hasil penelitian menjelaskan bahwa susu kecoa ini mengandung gizi yang "lengkap", tapi tetap saja susu ini tidak akan terealisasi! Ada alasan khusus kenapa pernyataan tegas itu keluar.

Pertama, kecoa bukan sapi atau kambing, dan Anda tidak bisa memanen susu saat kecoa hidup. Buzzfeed melaporkan bahwa para peneliti harus mengiris kecoa yang sudah terbuka, membongkar embrio, dan menggunakan pipet untuk sampai mendapatkan cairan atau "kristal" tersebut.

Fakta ini kemudian menjadi penjelas bahwa bukan hanya waktu, jumlah kecoa yang dibutuhkan untuk membuat cukup dari substansi untuk mendapat makan itu pun sangat mencengangkan.

Menurut sebuah laporan dari Inverse, Anda harus membunuh 1.000 kecoa untuk mendapatkan 100 gram susu, yang kira-kira hanya 3,5 ons. Itu berarti segelas susu akan membutuhkan lebih dari 2.000 kecoa mati! Jika Anda terus meningkatkan ini dan benar-benar ingin memproduksinya, itu berarti satu galon susu kecoa akan membutuhkan sekitar 38.000 kecoa mati.

Meskipun Anda mungkin berpikir kecoak adalah sumber daya yang melimpah, terutama selama musim panas di New York City, jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk mengekstrak nutrisi ini sangat tidak efektif.

Bandingkan proses itu dengan susu gandum, pengganti susu yang terbuat dari oat digulung dan air yang dapat dibuat di rumah dan menurut satu situs resep, hanya membutuhkan waktu lima menit untuk membuatnya. Bonus yang jelas adalah bahwa itu tidak melibatkan kecoa dan itu dilaporkan sangat lezat.

Perlu Anda ketahui, dampak dari panen kecoa skala besar terhadap lingkungan ini tidak diketahui, tetapi HuffPo mencatat bahwa serangga melepaskan nitrogen setelah disusui, yang dapat membantu kesehatan hutan.

Lalu, membunuh jutaan kecoa untuk membuat susu tampaknya seperti pemborosan sumber daya ketika Anda memikirkan tentang upaya yang terlibat.

Jadi jangan takut - tidak ada orang yang akan mengolok-olok Anda dengan segelas susu kecoa berbusa dalam waktu dekat, dan pemakan petualang harus menemukan sesuatu yang lain untuk mengarahkan pandangan mereka.

Sementara itu, kristal protein yang dihasilkan oleh kecoa terbukti bermanfaat bagi para peneliti, terutama para ilmuwan evolusi, itu tidak akan berdampak pada diet Anda. Jika Anda ingin mencoba sesuatu selain susu sapi, lebih baik tetap dengan opsi menu diet yang aman dan membosankan yang sudah Anda ketahui, seperti oat, kedelai, atau susu almond.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini