nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

330.152 Penduduk Indonesia Mengidap HIV/AIDS, Mayoritas Masih Belia

Subhan Sabu, Jurnalis · Jum'at 01 Juni 2018 00:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 31 481 1905072 330-152-penduduk-indonesia-mengidap-hiv-aids-mayoritas-masih-belia-A5dWooYGJI.jpg

JAKARTA - Berdasarkan data Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian kesehatan RI, hingga Maret 2017 tercatat jumlah penderita HIV sudah mencapai 242.699 jiwa dan penderita AIDS mencapai 87.453 jiwa.

Dari data tersebut, DKI Jakarta masuk ke dalam provinsi dengan penderita HIV/AIDS terbanyak secara nasional. Data tersebut juga menggambarkan bahwa pengidap AIDS terbanyak ada pada usia produktif, yakni 20 – 29 tahun.

Sementara, HIV sendiri biasanya berkembang menjadi AIDS dalam waktu kurang lebih 10 tahun. Hal ini berarti, terdapat banyak penderita AIDS yang sudah menderita HIV sejak usia anak.

“Dari data Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI dapat diketahui bahwa anak-anak pun bisa menderita HIV," ujar Plt. Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA, Lies Rosdianty dalam keterangan resminya, Rabu (30/5/2018).

Dalam kehidupan sehari-hari, HIV/AIDS memang belum banyak diketahui oleh masyarakat, bahkan masih tabu dan jarang menjadi topik pembicaraan antara orangtua dan anak. Padahal, ketidaktahuan merupakan awal dari bahaya yang sangat mengancam karena pada dasarnya HIV/AIDS merupakan penyakit menular.

(Baca Juga: Tak Kalah oleh Anak Muda, Ini Lansia yang Eksis di Dunia Modeling)

"Siapapun, bahkan termasuk anak kita, dapat terkena HIV/AIDS jika tidak melindungi diri dengan benar,” jelas Lies Rosdianty pada kegiatan Safari Ramadhan “Kilau Generasi Bebas HIV/AIDS” di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) 3, Jakarta.

HIV/AIDS bukan lagi menjadi masalah nasional, melainkan merupakan masalah internasional dengan jumlah penderita yang bertambah dari tahun ke tahun. Mirisnya, penderita tidak hanya pada kalangan orang dewasa, namun juga anak – anak.

"Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menghimbau para orang tua dan pendidik untuk mengajarkan anak cara mencegah dan melindungi diri dari HIV/AIDS," tambah Lies.

Selain itu juga, asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi, Valentina Gintings juga berpesan agar selain mengajarkan cara mencegah HIV/AIDS, orangtua juga harus mengajak anak-anaknya agar mau merangkul Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (OHIDA).

(Baca Juga: Ada 'Kembaran' Soeharto, Prabowo hingga Jokowi Duduk di Kursi KRL)


“Saya berharap kaum orang tua dan pendidik dapat mengajarkan anak-anak mengenai cara-cara mencegah dan melindungi diri sendiri dari bahaya HIV/AIDS," ujar Valentina.

Hal tersebut lanjut Valentina dapat dilakukan secara menyenangkan atau melalui dialog sehari-hari antara orang tua dan anak. OHIDA juga tidak bisa kita abaikan, mereka seringkali dikucilkan masyarakat karena penyakitnya. 

"Anak-anak harus diberi pengertian bahwa teman-teman OHIDA juga manusia biasa seperti kita dan dapat merangkul mereka untuk berbaur dengan masyarakat,” pungkas Valentina.

(Baca Juga: Janji Manis Pangeran William ke Putri Diana yang Tak Sempat Ditepati)


1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini