nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pola Makan Sehat bagi Penderita Diabetes

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 01 Juni 2018 19:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 01 481 1905441 pola-makan-sehat-bagi-penderita-diabetes-2WA5I6anRR.jpg Pola makan sehat (Foto: Ralphsmart)

RAMADAN membuat sebagian pasien diabetes mengalami dilema antara merasa berkewajiban berpuasa namun di sisi lain harus mengonsumsi obat-obatan secara rutin. Sehingga Ramadan dan puasa menjadi tantangan tersendiri bagi mereka, sebab harus beradaptasi dengan pola makan dan konsumsi obat yang berbeda.  

Dalam momen Ramadan seperti sekarang ini, banyak penderita diabetes yang nekat berpuasa tanpa tahu apa yang harus mereka lakukan. Padahal, puasa yang mereka jalani bisa menimbulkan risiko hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis, dehidrasi, dan thrombosis (sumbatan ada pembuluh darah).

“Pasien biasanya sudah dipersiapkan oleh dokternya untuk berpuasa sesuai saran dokter. Sebab, pasien akan mengalami perubahan pola makan, perubahan obat, dan perubahan pola pengobatan,” ucap Dr. dr. Em Yunir, SpPD KEMD, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Perubahan tersebut dilakukan berdasar pada pengelompokan pasien yang dibagi dalam beberapa kelompok, di antaranya risiko rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi, yang berdasarkan pada evaluasi atau analisa dokter.

“Bagi pasien dengan risiko rendah biasanya dipersilakan untuk berpuasa, yaitu pasien yang hanya minum obatnya hanya satu macam atau satu tablet sehari sehingga tidak terlalu sulit untuk menggeser waktu minum obatnya, biasanya pada sahur atau magrib, atau pasien yang tidak mengonsumsi obat ini aman untuk puasa. Kelompok yang risiko komplikasi, yang sangat tinggi risikonya, yaitu pasien yang waktu puasa gula darah jelek masih 300an tapi tetap nekat puasa, maka bisa mengakibatkan komplikasi akan besar,” imbuhnya.

Yunir menjelaskan, pasien diabetes yang memaksa ingin berpuasa harus memonitor gula darahnya saat sebelum berbuka puasa dan dua jam setelah berbuka puasa, sebelum tidur, sebelum sahur, tengah hari, dan sesuai kebutuhan, hal ini dilakukan agar bisa mencegah risiko hipoglikemi dan hiperglikemi. Mereka juga bisa melakukan aktivitas fisik satu jam sesudah berbuka puasa, seperti salat tarawih 23 rakaat, namun harus menghindari olahraga menjelang berbuka puasa, dan melakukan perubahan pengobatan saat puasa dikonsultasikan dengan dokter.

“Perubahan pengobatan, kalau pasien yang risiko ringan cukup mengubah timingnya saja, minum air cukup, kalau minum obat namanya metformin sehari minum 3 kali, siang dikosongkan, yang satu digeser pagi atau sore, obat bioglukason tidak ada perubahan karena tidak risiko hipoglikemi digeser pagi atau sore tidak masalah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Yunir pun menambahkan perubahan pola makan yang dilakukan oleh pasien diabetes selain konsultasi obat, yang paling penting adalah mengonsumsi karbohidrat sederhana. Makanan manis yang mengandung gula pasir, gula jawa, gula batu, dan semua jenis gula harus dikurangi.

“Saat berbuka puasa teh manis dan kurma tiga butir, makan lengkapnya karbohidrat biasa, jangan terlalu banyak karena bisa membuat kadar kalori berlebihan. Hindari makanan siap saji, gorengan, dan makanan bergula, harus benar benar dihindari karena dalam waktu lima menit kadar gula bisa naik. Makan sederhana saja saat membatalkan, seperti teh dan tiga butir kurma sudah cukup. Minuman bebas gula saat sahur, air putih sangat dianjurkan untuk menjaga kadar cairan dalam darah,” ujarnya.

Bagi pasien diabetes yang mengonsumsi obat, setelah bedug buka puasa membatalkannya dengan cara yang disebutkan di atas, kemudian minum obat, lalu solat. Dalam waktu 15 menit kemudian baru makan seperti makanan sehari-hari, yaitu karbohidrat, protein, lemak.

Namun, Yunir berpesan di dalam komponen itu jangan menambah karbohidrat terlalu banyak, hitungan kalorinya sama, kalau biasa makan 300 atau 400 kalori, nasi kira-kira 100 gram, lauknya protein hewani satu potong, seperti ayam, telur, atau daging, protein nabatinya tahu atau tempe sekira 50-70 gram atau satu potong, tambah sayur sayuran diperbanyak. Jangan makan mi, tepung-tepungan, atau kue yang terbuat dari tepung, dan ingat gulanya pun dikurangi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini