Mengenal Lebih Dekat Ali Banat, Jutawan Muslim Berhati Malaikat yang Baru Meninggal

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 15:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 04 196 1906300 mengenal-lebih-dekat-ali-banat-jutawan-muslim-berhati-malaikat-yang-baru-meninggal-wGlofv95im.jpg Ali Banat (Foto: MATW Project)

BEBERAPA waktu belakangan, nama dari seorang pria, Ali Banat sedang ramai menghiasi headline berbagai pemberitaan. Siapakah sosok Ali Banat tersebut? Mengapa sosoknya ramai dibahas?

Ternyata, sosok pria kelahiran Greenacre, New South Wales, Australia, pada 16 Februari 1982 ini adalah seorang jutawan Muslim yang sangat mulia hatinya. Berhati mulia dan kerap melakukan kegiatan amal untuk membantu orang-orang kekurangan yang membutuhkan.

Sayangnya Ali tidak berumur panjang, sebab pada pekan lalu Ali diketahui dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa setelah bergerumul dengan penyakit kanker yang ia derita selama kurang lebih tiga tahun belakangan ini. Maka dari itu, tidaklah mengherankan jika kematiannya membuat sedih banyak orang.

Lebih lanjut disebutkan, Ali menjadi sosok jutawan karena berhasil membangun bisnisnya di bidang perusahaan keamanan dan listrik. Kala itu dalam sebuah sesi wawancara dengan Mohamed Hoblos, ia mengisahkan kisah kehidupannya sebelum akhirnya terjun secara total dalam kegiatan amal.

 (Baca Juga: Berburu Takjil di Rawamangun, Pedagangnya Bikin Salah Fokus)

Ali mengaku dahulu ia pun menjalani gaya hidup mewah bergelimang harta, hingga terbiasa dengan mobil-mobil sport mewah nan super mahal hingga barang bermerek seperti Louis Vuitton. Hingga akhirnya, Ali didiagnosa oleh dokter bahwa dirinya menderita penyakit kanker dan hanya punya waktu sekitar 7 bulan untuk bertahan hidup, di sinilah ia mulai memikirkan tentang hidup mewah yang ia jalani selama ini dan berpikir bagaimana caranya ia bisa memanfaatkan waktu hidupnya yang singkat tersebut dengan sebaik mungkin.

Kemudian Ali mulai menjual semua aset-aset mewahnya, mulai dari mobil hingga jam tangan. Lalu ia mendirikan Muslims Around The World (MATW) Project. Menjalankan proyek dari MATW ini, ia pergi ke negara-negara di Afrika dan memberi masyarakat di sana dengan bantuan pendidikan, makanan, dan bentuk bantuan lainnya. Sepanjang perjalanannya di Togo, Ghana, dan Burkina Faso, Ali disebutkan telah membantu ribuan orang kekurangan yang membutuhkan.

(Baca Juga: Malangnya Anjing Ini, Dikirim via Ekspedisi Malah Tewas Mengenaskan di Pesawat)

Sampai suatu hari, wawancaranya dengan Mohamed Hoblos menjadi viral dan membuat Ali jadi menerima banyak donasi dari orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Dengan uang donasi yang terkumpul, program MATW yang digawangi Ali berhasil membangun sebuah pedesaan untuk menampung sekitar 200 orang janda, membangun masjid, sekolah untuk 600 yatim piatu, rumah sakit mini, dan bisnis untuk mendukung komunitas lokal.

Meskipun hanya diberi tujuh bulan untuk hidup, Ali nyatanya berhasil bisa tetap hidup selama tiga tahun setelah dia pertama kali diberitahu bahwa dirinya menderita kanker, yang mana sisa hidupnya di dunia benar-benar dimanfaatkan Ali untuk bisa menjadi manfaat bagi banyak orang lain yang membutuhkan. Betul-betul sosok yang menginspirasi bukan? Demikian seperti dilansir Metro, Senin (4/6/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini