Mudik Asyik Lewat Pansela, Kaya Lokasi Wisata Juga Tak Riskan Macet

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 17:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 04 406 1906399 mudik-asyik-lewat-pansela-kaya-lokasi-wisata-juga-tak-riskan-macet-NfoPiqsp26.jpg Jalur Pansela (foto: Koran Sindo)

KULONPROGO - Pilihan jalur alternatif untuk para pemudik tahun ini lebih beragam. Jalur baru pantai selatan (pansela) Jawa yang membentang dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur menjadi salah satu alternatif menarik karena menawarkan pengalaman mudik dengan pemandangan yang asyik.

Jalur pansela lebih menawan dibandingkan pantai utara (pantura) Jawa atau jalur tengah karena sebagian besar menyusuri garis tepi pantai laut selatan. Statusnya sebagai rute baru membuat jalur arteri ini belum banyak diketahui atau dijajal masyarakat.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Ali Banat, Jutawan Muslim Berhati Malaikat yang Baru Meninggal

Jalanan lebar sekitar 5-7 meter, mulus, dan relatif sepi kendaraan adalah pemandangan sehari-hari di jalur ini. Tak hanya itu, di sepanjang rute ini juga banyak melewati destinasi wisata mena rik. Jalur ini melintasi 23 kabupaten di empat provinsi.

Kondisi jalur pansela dari Merak ke Labuhan, Pandeglang, kemudian menuju selatan lewat Bayah, Lebak (Banten), Pelabuhan Ratu, Sukabumi berlanjut ke Pangandaran (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Kulonprogo hingga Gunung kidul (DIY) sudah cukup baik.

Dari pantauan di Provinsi DIY kemarin, jalan yang juga dikenal dengan sebutan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini sangat siap menjadi jalur alternatif pemudik. Meski belum semua terbangun, proyek jalan dengan rencana panjang 116,5 km ini sudah terbukti banyak mengurangi kepadatan di jalur utama.

Di Kulonprogo, dari total rencana 23,1 km, sudah terbangun 19,3 km. Sedangkan di Bantul dengan rencana panjang 16,28 km sudah terbangun 14 km dan di Gunungkidul dengan total panjang 76,34 km sudah terbangun 30 km.

“Jalan sudah mulus dan siap untuk jalur pemudik,” ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUP ESDM DIY Bambang Sugaib kemarin.

JJLS di kawasan Yogyakarta ini juga berdekatan dengan sejumlah objek wisata menarik. Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, diantara objek yang bisa dituju di kawasan ini adalah Pantai Congot, Pandansimo, Parang tritis, Soge, Laguna Glagah, Kwaru, dan Bantul.

Di sepanjang jalur pansela total ada 36 destinasi wisata yang bisa disinggahi karena letaknya yang cukup dekat. Mudik melalui jalur ini memiliki banyak keuntungan. Selain akan menjadi pengalaman baru, jalur ini juga relatif tanpa macet karena masih sepi lalu lintas. Pesona keindahan alam di sepanjang jalan juga membuat pemudik akan lebih terhibur. Namun, pemudik mesti berhati-hati menggunakan jalur paling selatan di Jawa ini. Minim lampu penerangan jalan membuat sejumlah titik masih gelap. Ini kontras dibandingkan pantura yang sepanjang jalan umumnya sudah terang benderang.

Di beberapa titik jalur juga belum dilebarkan sehingga perlu kewaspadaan tinggi untuk menghindari kecelakaan. “Pada prinsipnya jalur sudah bisa dilalui, namun masih banyak yang gelap,” ujar Bambang.

Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri pun sudah memastikan akan membuka JJLS yang selama ini sebagian memang ditutup. ”Nantinya jalur yang ditutup akan dibuka untuk antisipasi kemacetan,” jelasnya. Jalur pansela juga menjadi salah satu fokus Polda Jateng selain jalur tol, pantura, dan tengah.

Dinas Kesehatan Provinsi Jateng sudah menyiapkan pos kesehatan di sepanjang jalur ini seperti di Cilacap, Kebu men, dan Purworejo. “Di luar tol (Brebes-Sragen) kita sudah siap kan 195 pos kesehatan di seluruh jalur mudik di Jateng,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pro vinsi Jateng Yulianto Prabowo.

Kesiapsiagaan juga dilakukan jajaran Polda Jabar. Di antara perhatian Polda Jabar adalah jalur yang membentang dari Kabupaten Bandung-Garut-Tasikkmalaya-Ciamishingga Kota Banjar. Jalur ini diprediksi akan tetap dipadati pemu dik meski jalan tol telah tersambung dari Jakarta sampai Jawa Timur. Di jalur ini terdapat sejumlah titik yang kerap menjadi masalah kemacetan antara lain pintu tol Cileunyi, Jalan Parakanmuncang, Tanjakan Nagreg, Limbangan, dan Gentong.

Guna mengantisipasi kemacetan di gerbang tol (GT) Cileu nyi, Polres Bandung menerap kan sejumlah cara untuk mengatasi itu. Antisipasi juga dilakukan bagi pemudik yang akan menjajal jalur pansela. “Jalur selatan masih menjadi fokus kami. Apalagi masa libur lebih panjang dan Operasi Ketupat Lodaya pun ditambah dari 16 hari menjadi 18 hari,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung.

Baca Juga: Malangnya Anjing Ini, Dikirim via Ekspedisi Malah Tewas Mengenaskan di Pesawat

Jatim Tak Prioritaskan

Lain lagi dengan persiapan Pemprov Jawa Timur. Karena pansela tidak menjadi jalur utama mudik, pemprov tidak melakukan persiapan khusus di jalur tersebut dalam mengantisipasi tingginya arus lalu lintas menjelang Lebaran. Titik fokus adalah jalur tengah seperti Surabaya-Mojokerto-Jombang-Nganjuk dan Madiun serta jalur pantura seperti Surabaya, Lamongan-Tuban, maupun Surabaya-Jember dan Surabaya-Banyuwangi.

“Yang mau lewat jalur pansela itu siapa. Mausilaturahmi sama Nyi Ro ro Kidul? Apa mau menyeberang ke Sendang Biru (Malang)?” ujar Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini