nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

295 Meriam Karbit Siap Guncang Kota Pontianak saat Malam Idul Fitri

Ade Putra, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 18:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 04 406 1906440 295-meriam-karbit-siap-guncang-kota-pontianak-saat-malam-idul-fitri-QvnzaziQZ0.jpg Meriam Karbit di Pontianak (Foto: Fakhri Rezy/Okezone)

PADA malam sambut Idul Fitri nanti, Kota Pontianak akan diguncang dengan dentuman meriam karbit. Betapa tidak, total meriam yang terbuat dari balok kayu besar itu sudah tercatat sebanyak 295 unit. Letaknya, ada di 49 titik. Dari hulu hingga hilir tepian Sungai Kapuas, sepanjang kawasan Kota Pontianak.

Ketua Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Seni dan Budaya Kota Pontianak, Fajriudin Anshary mengatakan permainan atau festival meriam karbit ini menjadi agenda tahunan, yang digelar sebelum lebaran.

Meriam karbit, kata dia sebagai upaya untuk mempertahankan nilai kebudayaan dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan yang baik. "Permainan ini juga untuk melestarikan tradisi dan budaya masyarakat tepian Sungai Kapuas yang telah dilaksanakan dari tahun ke tahun. Serta sebagai momen pemersatu umat dalam suasana kerukunan dan pererat tali persaudaraan," katanya, kemarin.

 (Baca Juga:Mengenal Lebih Dekat Ali Banat, Jutawan Muslim Berhati Malaikat yang Baru Meninggal)

Meriam karbit, lanjut dia, merupakan salah satu nilai kebudayaan atau tradisi yang ditinggalkan oleh para pendahulu. Maka dalam hal ini, pemuda dianggap sebagai ujung tombak dan sekaligus filterisasi dalam membentengi diri dalam perubahan yang begitu global.

 

(Foto: Utami/Okezone)

"Meriam karbit adalah kebudayaan peninggalan Raja Kesultanan Pontianak. Oleh karena itu nilai ini harus selalu dikembangkan serta dipelihara. Karena sudah menjadi tugas pemuda untuk memeliharanya," tegas dia.

Selain itu, lanjut Fajriudin, permainan meriam karbit ini juga sebagai pengenal ciri khas budaya Kota Pontianak. Khususnya di tepian Sungai Kapuas dalam menyambut dan memeriahkan Hari Raya Idul Fitri.

 (Baca Juga:Ditaksir Baim Wong, Intip Penampilan Modis Shaloom Razade Sehari-hari)

Dewi Yulian Putri, warga Kabupaten Kubu Raya ini mengaku sudah tiga tahun belakangan ini selalu menyaksikan permainan meriam karbit. "Meski jauh, saya selalu nonton meriam karbit. Karena ini tidak ada di tempat lain dan hanya ada setahun sekali," jelasnya.

Perempuan 24 tahun ini menambahkan, keseruan dalam menyaksikan meriam ini ketika masing-masing kelompok menyalakan meriam saling bersaut-sautan dengan lawannya di seberang sungai. "Kalau sudah saling serang, bumi terasa bergetar. Dan bagi yang belum pernah nonton, hati-hati. Karena bisa mengejutkan," tuturnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini