nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Kasus Hewan Laut Makan Plastik yang Menyayat Hati, Bikin Kita Sadar untuk Tidak Buang Sampah ke Laut!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 20:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 05 406 1906745 5-kasus-hewan-laut-makan-plastik-yang-menyayat-hati-bikin-kita-sadar-untuk-tidak-buang-sampah-ke-laut-kWbjsvC7Fp.jpg Kura Kura Makan Plastik (Foto: Onegreenplanet)

BEBERAPA waktu ini, isu lingkungan yang sedang ramai diangkat adalah kasus sampah plastik yang sangat banyak di dalam laut. Bukan hanya soal kebersihan alam, sampah ini juga membahayakan hewan laut yang hidup di sana.

Tidak sedikit pemberitaan yang mengabarkan masalah ini. Salah satunya adalah hewan laut memakan plastik yang ada bebas di dalam laut. Alhasil, hewan-hewan itu mati karena plastik.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Thailand. Dikabarkan ada ikan paus yang tewas setelah mengonsumsi kurang lebih 9 kilogram sampah plastik yang ada di laut. Tentunya kabar ini menyedihkan banyak pihak. Tak terkecuali manusia sendiri.

Selain kasus ikan paus ini, ada 5 kasus hewan makan plastik lainnya yang membuat dia tewas mengenaskan. Kasus ini sebaiknya menjadi cambukan bagi manusia untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi ke laut pun di sembarang tempat.

1. Penyu laut

Seperti banyak hewan laut lainnya, penyu laut mengira sampah plastik sebagai sumber makanan yang layak. Kebiasaan ini yang kemudian kadang-kadang menyebabkan penyumbatan dalam sistem pencernaan mereka. Meskipun populasi penyu laut yang menurun di lautan disebabkan oleh berbagai faktor (kebanyakan yang melibatkan eksploitasi manusia), masalah polusi plastik memainkan peran pentin juga.

Studi terpisah pada 2013 menunjukkan sebanyak 50 persen penyu laut menelan plastik pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mati karenanya. Studi lain tentang spesies Loggerhead menemukan bahwa 15 persen kura-kura muda yang diteliti menelan sejumlah besar plastik sehingga sistem pencernaan mereka terhambat.

2. Anjing laut dan singa laut

Tidak hanya penyu yang tewas mengenaskan dengan sampah plastik di dala, tubuhnya. Beberapa anjing laut dan singa laut pun diketahui pernah terperangkap kantong plastik yang akhirnya membuat mereka cedera hingga tewas terlilit.

Bahkan, kantung plastik dan karet gelang sangat mempengaruhi populasi singa laut. Sebuah studi delapan tahun di Alaska Tenggara dan British Columbia mendokumentasikan 388 singa laut yang terjerat dalam puing-puing plastik. Pita pengepakan plastik dan karet gelang ini dapat melekat pada hewan sehingga dapat menyebabkan infeksi dan kematian yang parah.

3. Burung laut

Polusi plastik menyebabkan kematian jutaan spesies burung laut setiap tahun. Bisa dibilang lebih dari burung lainnya, burung jenis albatros Laysan telah sangat dipengaruhi oleh puing-puing plastik melalui teknik berburu mereka. Ketika elang laut menyelam ke lautan untuk menangkap ikan, cumi-cumi, atau makanan lain, burung ini menggunakan paruhnya untuk melapisi permukaan, mengambil plastik di sepanjang jalan.

Hal yang tidak kalah mengejutkan ialah sekitar 98 persen dari albatros yang dipelajari ditemukan setelah menelan beberapa jenis puing plastik. Setelah plastik tersebut tertelan, plastik itu yang kemudian menyebabkan penyumbatan di saluran pencernaan dan dapat menusuk organ internal.

4. Ikan

Ikan, bersama dengan hampir semua mamalia laut yang membawa masuk air melalui insangnya, semakin berisiko terpapar puing-puing plastik mikroskopis. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Exeter Inggris mengatakan bahwa sisa-sisa sampah laut mikroskopis bisa memakan waktu hingga enam kali lebih lama terserap di tubuh hewan. Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup hayati.

Tentu saja polusi plastik sangat memengaruhi spesies ikan, tetapi tidak seperti hewan lain, ikan menjadi bahan makanan untuk manusia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manusia mengonsumsi ikan yang tercemar mikrofiber plastik!

5. Paus dan Lumba-lumba

Seperti mamalia laut lainnya, paus sering salah mengartikan sisa-sisa laut sebagai sumber makanan potensial. Dalam beberapa spesies, mirip dengan albatros, mulut ikan paus begitu besar sehingga tanpa sadar mengambil puing-puing plastik (teknik yang diamati pada paus balin). Necropsies dilakukan setelah banyak strandings paus melihat peningkatan jumlah puing plastik yang ditemukan.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa ratusan spesies cetacea telah terkena dampak negatif oleh polusi plastik dalam dua dekade terakhir. Obstruksi sering menusuk dan merobek lapisan lambung, yang menyebabkan kelaparan dan kematian. Menurut Buletin Pencemaran Laut, cetacea menelan sisa-sisa plastik dengan laju setinggi 31 persen, dan pada gilirannya, 22 persen dari mereka yang mengalami peningkatan risiko kematian.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini