Karya Kate Spade Terkenal Feminim yang Bebas dan Punya Hak Berkreasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 06 Juni 2018 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 06 194 1907197 karya-kate-spade-terkenal-feminim-yang-bebas-dan-punya-hak-berkreasi-VIB3sDC5F6.jpg Kate Spade (Foxnews)

KABAR duka datang dari dunia fashion. Designer Kate Spade meninggal dunia pada usia 55 tahun dan diketahui karena bunuh diri. Tidak ada yang tahu pasti alasannya, namun pesan terakhir Kate untuk anaknya bisa menjadi kunci utama semua ini.

Kita tinggalkan sejenak kasus kematiannya. Kate sejatinya adalah designer tas yang sudah sangat terkenal di dunia. Tidak hanya tas sebetulnya, dia pun membuat beberapa koleksi pakaian yang membuat perempuan terlihat lebih feminin.

 Baca juga: Pramugari Bocorkan Kelakuan Penumpang yang Berhubungan Intim di Pesawat

Dilansir dari The Atlanta, Kate ternyata tidak hanya menciptakan karya untuk perempuan di masanya. Jika Anda memerhatikan lebih jauh dari setiap karya yang diciptakan Kate, mungkin Anda akan merasakan arti feminin dan feminis dalam satu koleksi.

 Kate Spade

Sebut saja tas nilon yang cukup besar untuk membawa laptop kerja Anda atau kantong riasan yang diisi dengan enam nuansa lipstik yang berbeda. Dua karya ini cukup memperlihatkan bagaimana Kate memerhatikan perempuan masa kini yang notabene sangat multi tasking.

 Baca juga: Begini 6 Gaya Santai Via Vallen saat Pakai Celana dan Rok Jeans

Tak hanya itu, jika Anda perhatikan koleksi lain misalnya floral-patterned planners yang mana ini bisa mewujudkan perempuan itu bisa juga sangat terstruktur dan perfeksionis. Kemudian, koleksi oversized sunhats embroidered dengan kata "Lovely" yang ditulis miring dalam warna merah muda yang cantik, ini bisa menampilkan perempuan yang juga imajinatif!

Perlu Anda ketahui, Kate Spade, yang ditemukan meninggal Rabu (6/6/2018) adalah seorang desainer yang melakukan lebih dari dukungan bahwa itu baik-baik saja bagi perempuan untuk memiliki kehidupan yang beraneka ragam.

Itu sangat terlihat dari beberapa karyanya mulai dari pakaian, tas, dan aksesoris yang dia jual melalui eponimnya, yang didirikan pada tahun 1993 dengan pacarnya, Andy Spade.

 Baca juga: Menikah di Sumba, Kakak Kendall dan Kylie Jenner Suguhkan Kuliner Lokal Ini

Selama bertahun-tahun, dia bekerja di majalah di departemen mode dan aksesori. Setelah menemukan kesalah dengan semua dompet yang dilonggarkan dan dihiasi visual mencolok, Kate Spade berhenti untuk membuat "tas fungsional yang canggih dan bergaya". Statement ini pun dia sampaikan ke The New York Times. Pada tahun 1998, tas-tas dan produk-produk lainnya menghasilkan pemasukan sebanyak $ 28 juta hingga hari ini.

Apa yang dilakukan Spade saat itu dan apa yang terus dilakukan label setelah kepergiannya dari perusahaan pada 2007 adalah menciptakan merek gaya hidup untuk wanita. Bekerja di industri yang sebagian besar dijalankan oleh pria, Spade tidak menemukan ide wanita profesional yang juga peduli dengan gaya; dia hanya menanggapi realitas dari apa yang sudah dilakukan wanita.

 Baca juga: Ditemukan Bunuh Diri, Kate Spade Tinggalkan Pesan Terakhir untuk Putrinya

Spade adalah seorang perancang, seperti kata Vanessa Friedman di The New York Times, “Dia selalu memerhatikan apa yang diinginkan wanita lain (seperti dia) di lemari mereka (dan kemudian, rumah mereka) dan yang memecahkan masalah itu tanpa elitisme.”

Estetika Kate Spade mencerminkan beberapa kecenderungan feminis pada awal 1990-an: Merek untuk wanita yang memiliki karier dan keluarga, dan yang tidak berpikir bahwa mereka akan berselisih dengan keinginan untuk sekadar terlihat memarkk, sederhana, dan cantik.

Menoleh ke belakang, sadar atau tidak, karya Kate selalu mencerminkan perempuan dari masa ke masa. Jika Anda lebih memerhatikannya lagi, Anda akan tahu bahwa Kate menciptakan koleksi mulai dari perempuan remaja hingga wanita dewasa. Dia mencoba mengakomodir seluruh keinginan perempuan dengan rasa Kate sendiri.

Spade membuat produk untuk para wanita di masanya, dan untuk para gadis masa depan. Ini bukan isapan jempol belaka. Meskipun mungkin untuk melihat beberapa desainnya sebagai era yang terlalu ketinggalan zaman, dengan suasana feminin 1950-an dan kecanggihan Audrey Hepburn, Spade berbicara kepada versi kedewasaan yang dibeli oleh banyak wanita,

Jika Anda juga mengikuti perkembangan koleksi Kate, maka Anda akan melihat bahwa perempuan masa kini pun cenderung tetap banyak yang tertarik pada koleksi bernuansa klasik. Tentunya, analisa seperti ini tidak dimiliki banyak desainer dan Kate mencoba membangun pandangan baru pada setiap perempuan melalui koleksi yang diciptakan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini