nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekanan Darah Tinggi Bisa Diatasi dengan Melakukan Kebiasaan Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 07:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 06 481 1907358 tekanan-darah-tinggi-bisa-diatasi-dengan-melakukan-kebiasaan-ini-LJR8djhCPm.png Tekanan Darah (Foto: Medlife)

TEKANAN darah tinggi menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami orang Indonesia. Gejala tekanan darah tinggi akan sulit dideteksi pasalnya orang yang mengalami kondisi ini, tidak menunjukkan tanda-tanda yang pasti.

Dalam beberapa kasus yang parah, orang akan mengalami gejala seperti sakit kepala, sesak napas, pusing, nyeri dada, papitasi jantung dan pendarahan hidung. Memang gejala yang ditimbulkan cukup mengerikan, namun Anda tidak perlu takut. Masih ada beberapa cara untuk menghindari hal ini.

Mengurangi jumlah garam yang dikonsumsi, mengurangi alkohol dan berolahraga secara teratur merupakan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi tekanan darah. Namun, saat ini beberapa ahli kesehatan percaya, suplemen dapat mengendalikan tekanan darah Anda. Salah satu contohnya adalah magnesium.

 Baca juga: Menikah di Sumba, Kakak Kendall dan Kylie Jenner Suguhkan Kuliner Lokal Ini

Dr Sarah Brewer, menulis melalui situs webnya. Ia mengatakan magnesium mampu menjaga stabilitas listrik sel dan melemaskan sel otot polos di lapisan arteri untuk meningkatkan pelebaran pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

 

Dr Sarah merekomendasikan mengonsumsi makanan kaya magnesium seperti kacang dan biji-bijian, daun hijau gelap, ikan, buah kering, dan cokelat hitam. Suplemen magnesium yang telah ditemukan juga bisa menjadi sumber yang efisien.

“Dalam tujuh penelitian yang melibatkan 135 orang pada pengobatan tekanan darah tinggi, menambahkan suplemen magnesium untuk pengobatan yang ada meningkatkan kontrol tekanan darah. Pada mereka yang tekanan darah sistoliknya tinggi yakni lebih dari 155mmHg, suplemen magnesium dapay menurunkan tekanan darah dengan rata-rata 18,7/10,9 mmHg. Efek yang sangat signifikan ini menunjukkan bahwa kekurangan magnesium memainkan peran penting dalam pengembangan hipertensi resisten obat,” tegas Dr. Sarah, sebagaimana dilansir dari Express, Kamis (7/6/2018).

Sementara, Dr Brewer menyarankan dosis normal manusia sebesar 200mg hingga 400mg magnesium per hari, tetapi konsumsi di atas 400mg per hari dapat memiliki efek laksatif.

Hingga saat ini, masih belum jelas apa penyebab utama tekanan darah tinggi. Meski demikian ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Faktor usia menjadi penyebab dominan resiko terkena tekanan darah tinggi. Selain itu faktor riwayat keluarga yang memiliki tekanan darah tinggi juga menjadi faktor lainnya.

Tiwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi berasal dari Afrika atau Karibia karena jumlah garam yang tinggi dalam makanannya. Selain itu kurangnya berolahraga dan kelebihan berat badan serta pola hidup tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar, merokok dan kurang tidur, menjadi penyebab darah tinggi lainnya.

Masyarakat Inggris menyatakan mengonsumsi terlalu banyak garam adalah penyebab terbesar tekanan darah tinggi. Orang dewasa tidak boleh lebih dari 6 gram garam sehari. Sebagian besar garam yang dikonsumsi setiap hari disembunyikan ’yang berarti bahwa garam sudah berada dalam makanan olahan seperti roti, biskuit, sereal sarapan, dan makanan siap saji.

 Baca juga: Begini 6 Gaya Santai Via Vallen saat Pakai Celana dan Rok Jeans

Menurut badan amal, garam tersembunyi ini menyumbang sekira 75 persen garam yang kita konsumsi. Hanya 25 persen berasal dari garam yang kita tambahkan saat memasak atau di meja.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini