nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosok Jaya Ibrahim, Desainer Hotel Tempat Kim Jong Un dan Donald Trum Bertemu

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 03:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 07 406 1907883 sosok-jaya-ibrahim-desainer-hotel-tempat-kim-jong-un-dan-donald-trum-bertemu-DqS3bxxUZs.jpg Hotel Capella (SUN)

HOTEL Capella yang berada di Pulau Sentosa, Singapura, menyita perhatian netizen dan publik, sejak diumumkan oleh Sarah Sanders lewat cuitan di akun Twitternya, akan menjadi lokasi KTT antara Donald Trump dan Kim Jong Un. Masyarakat memusatkan perhatiannya pada perundingan yang mempertemukan kedua petinggi negara ini, karena salah satu pembahasan keduanya terkait pencegahan perang nuklir.

Terlepas dari pembicaraan yang akan dilakukan Donald Trump dan Kim Jong Un, ternyata ada hal yang menarik di balik mewah dan lengkapnya fasilitas di Hotel Capella dan membanggakan Indonesia. Bagaimana tidak, Hotel Capella yang merupakan rancangan arsitek Inggris Norman Foster tersebut, ternyata juga jadi salah satu bukti anak Indonesia pun mampu berkolaborasi dengan arsitek Internasional.

Baca juga: Pramugari Bocorkan Kelakuan Penumpang yang Berhubungan Intim di Pesawat

Ya, desain interior Hotel Capella adalah buah pemikiran dari desainer Indonesia bernama Jaya Ibrahim. Penasaran ingin mengenal latar belakang dan sepak terjang dari desainer interior Indonesia Jaya Ibrahim? Berikut faktanya yang dilansir dari laman Best Interior Designer, Jumat (8/6/2018).

 Jaya Ibrahim (Bestinteriordesigner)

1. Jaya Ibrahim lahir di Yogyakarta

Meskipun namanya tengah disorot oleh masyarakat dunia dan netizen, siapa sangka Jaya Ibrahim adalah anak Indonesia yang dilahirkan di Yogyakarta? Ya, Jaya Ibrahim dilahirkan di Yogyakarta dari ayah yang berdarah Sumatera dan ibu berasal dari Yogyakarta.

 Baca juga: Gaya Berciuman Bisa Ungkap Karakter Asli Pasangan, Kamu Tipe yang Mana?

2. Berkuliah di Inggris

Jaya yang memiliki darah Jawa dari ibunya ini, menghabiskan masa kecilnya dengan mempelajari budaya Jawa. Kemudian hijrah ke Inggris untuk berkuliah, hingga akhirnya kembali lagi ke tanah air pada 1990an, dan mendirikan sebuah studio desain.

 Hotel Capella (SUN)

3. Berkolaborasi dengan pengusaha Bruce Goldstein

Tahun-tahun selanjutnya Jaya Ibrahim selalu meningkatkan sepak terjangnya di ranah desain interior. Pada 2005, dia berhasil mendirikan Jaya International Design bersama dengan seorang pengusaha Bruce Goldstein, yang juga mengarahkan semua kegiatan desain.

4. Punya kantor di Singapura, Jakarta, New York, dan Shanghai

Jaya International Desain tidak hanya punya kantor di Jakarta saja, tapi juga di Singapura, New York, dan Shanghai. Kepiawaian dan kemampuan Jaya Ibrahim dalam menyulap ruangan menjadi lebih indah dan hidup juga kerap mendapat pujian dari klien, tamu, dan media, termasuk Conde Nast Traveler, Architectural Digest. Dan Travel + Leisure.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini