nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap Rahasia Umur Panjang dan Hidup Bahagia ala Masyarakat Jepang

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 07:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 07 481 1907997 terungkap-rahasia-umur-panjang-dan-hidup-bahagia-ala-masyarakat-jepang-TtqfgnKngJ.jpg Ilustrasi (Foto: Economywatch)

HAMPIR semua manusia di dunia ini menginginkan hidup dengan umur yang panjang dan bahagia. Namun, tidak sedikit pula orang yang merasa hidupnya kurang bahagia, padahal ada banyak orang yang kondisinya lebih buruk atau bahkan jauh dari keadaannya.

Dibandingkan masyarakat di negara lainnya, masyarakat lokal Jepang memiliki satu kebiasaan yang bisa membuat seseorang lebih bahagia dan membuat umurnya lebih panjang. Kebiasaan tersebut adalah ikigai. Tidak ada arti dalam bahasa Inggris atau Indonesianya memang, tapi ikigai merupakan cara masyarakat Jepang untuk selalu merasa gembira dari hari ke hari hingga merasa hidupnya panjang umur.

Melansir dari laman The Culture Trip, Jumat (8/6/2018), ikigai diucapkan i-key-guy dalam pelafalan bahasa Inggris. Dalam menjalani kebiasaan ikigai, masyarakat Jepang biasanya akan bangun tidur di pagi hari dan merasa kesempatan hidupnya yang terus bertambah terasa berharga. Dengan mengawali hari seperti ini, maka semangat menjalani hari akan terus meningkat.

 (Baca Juga:Kejutan Spesial Hamish Daud untuk Istri, Kue Ultah hingga Foto Imut Masa Kecil Raisa)


“Ikigai adalah hal yang membuat mereka memiliki tujuan yang kuat. Dedikasi dan ketekunan menyebar ada di mana-mana di Jepang,” tulis Hector Garcia, penulis buku Ikigai: Rahasia Jepang untuk Panjang Umur dan Bahagia.

Bagi sebagian orang, terutama pekerja profesional di kota besar, rasa dedikasi ini terkait dengan pengabdian pada perusahaan. Ada beberapa hal yang sama memuaskannya, dengan melakukan pekerjaan yang berarti. Namun, uniknya mereka tidak memiliki kebiasaan ikigai yang berhubungan dengan karir, sehingga tujuan dalam rutinitas sehari-hari dan kepuasannya terkait dengan mendapatkan penghasilan. Mungkin hal itu juga yang membuat tingkat kematian meningkat saat masa-masa pensiun.

Masih dalam sumber yang sama, saat melakukan penelitan untuk bukunya, Garcia menemukan sebuah fakta, yang ternyata penduduk Jepang yang tinggal di pedesaan lebih sering menjalani ikigai, yang sudah diturunkan dan dibiasakan dalam keluarga.

“Masyarakat Jepang sering berpindah tempat kerja, mereka mencari perusahaan yang lebih besar upahnya dan menjadi lebih baik dari tempat sebelumnya, tetapi pada akhirnya akan merasa sendirian,” pungkas Hector Garcia seperti yang dikutip dari sumber.(dno)

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini