Potret Puasa Hingga 22 Jam di Rusia, Saling Undang saat Berbuka

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 14:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 08 196 1908253 potret-puasa-hingga-22-jam-di-rusia-saling-undang-saat-berbuka-gWfoZwj3mA.jpg Foto: Istimewa

MOSKOW – Ramadan memiliki bagian khusus yang membedakannya dari bulan-bulan lain di Rusia, seperti juga di banyak negara lain.

Beberapa tradisi di Rusia selama Ramadan antara lain hadirnya lampu-lampu unik yang menghiasi jalanan. Puasa di Rusia juga bisa mencapai 22 jam dari saat fajar hing ga magrib. Itu menjadikan puasa di Rusia salah satu yang paling lama di dunia. Muslim di Rusia juga menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ada perubahan apa pun dalam jam kerja atau libur, tidak seperti di banyak negara muslim.

Kondisi itu membuat puasa di Rusia relatif berat bagi muslim di sana. Terdapat empat masjid besar di Moskow dan salat tarawih dilakukan di sana selama sebulan penuh. Di Moskow, tenda-tenda Ramadan didirikan di samping masjid untuk meningkatkan syiar Ramadan di negara tersebut.

“Di sekitar masjid juga ada sejumlah meja dan dapat menampung hingga 600 orang. Makanan terkenal dari berbagai wilayah Rusia juga ditawarkan. Berbagai lomba baca Al - quran juga digelar untuk ana-kanak,” seperti dikutip dari Daily News Egypt.

Saat Ramadan, muslim di Rusia mengundang mereka yang dapat membaca Alquran dengan fasih untuk membacanya dengan keras kemudian memberi ceramah. Biasanya ceramah tersebut disimak banyak jamaah yang hadir di masjid-masjid tersebut. Karena Rusia negara besar, setiap kota memiliki adat dan tradisi masing-masing.

[Baca Juga: Akhir Ramadan, di Antara Sedih dan Bahagia]

Saat Ramadan, hubungan antara sesama muslim menguat dan setiap orang saling mengundang untuk buka puasa bersama, terutama antara ke luarga. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah restoran dan kedai menawarkan makanan halal, tidak hanya selama Ramadan tapi sepanjang tahun.

Karena itu, semakin umum melihat nonmuslim di Rusia membeli makanan halal karena mereka ingin mengundang teman atau kerabat muslim untuk buka puasa di rumah mereka. Itulah perilaku indah yang secara positif berdampak pada kehidupan dan hubungan masyarakat muslim dan nonmuslim.

 

Sama dengan muslim di negara mayoritas Islam, muslim di Rusia bangun sebelum subuh untuk sahur, kemudian melaksanakan salat subuh bersama. Setelah itu, masing-masing berangkat kerja atau sekolah seperti biasa. Yang membedakan di Rusia adalah waktu puasa yang lebih lama dibandingkan di negara muslim lainnya.

[Baca Juga: 10 Hari Terakhir Jadi Masa Injury Time Ramadan, Ini Penjelasannya]

“Kvass menjadi minuman tradisional favorit untuk war ga Rusia selama Ramadan. Minuman itu terbuat dari roti hitam dan memiliki rasa buah-buahan, kismis atau herbal. Warga Rusia biasa mengonsumsi minuman itu untuk mengobati haus.” Salah satu makanan favorit muslim di Rusia adalah yang terbuat dari daging mentah, beras, dan rempah yang dibentuk seperti bola kemudian direbus, dengan saus khusus ditambahkan di bagian atas.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini