nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Takut Bahaya Kanker, 4 Cara Memanggang Ini Dipercaya Lebih Sehat, Yuk Dicoba!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 13:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 08 298 1908158 takut-bahaya-kanker-4-cara-memanggang-ini-dipercaya-lebih-sehat-yuk-dicoba-IusXjH4zW1.jpg Menu panggangan sehat (Foto: Taste)

BANYAK orang yang kini takut akan makanan panggang atau bakar. Salah satu alasannya adalah risiko kanker. Arang yang menempel di makanan akan menjadi faktor penyebab munculnga sel kanker. Sekali pun proses pertumbuhannya tidak dalam hitungan hari.

Di sisi lain, di momen lebaran, biasanya beberapa keluarga di Indonesia ada yang melakukan tradisi bakar-bakar atau memanggang daging bersama. Aktivitas ini akan membuat Anda dan anggota keluarga lainnya semakin dekat dan hubungan siaturahmi semakin erat.

Nah, jika Anda tetap ingin mempertahankan kebiasaan ini tapi juga terhindar dari risiko kanker, Okezone coba membagikan sedikit tips untuk mengatasi masalah ini. Dilansir dari Time, berikut cara sehat memanggang makanan di rumah

 Baca juga: Sosok Jaya Ibrahim, Desainer Hotel Tempat Kim Jong Un dan Donald Trum Bertemu

Grill seperti pescatarian

Pescatarian adalah istilah yang digunakan untuk orang yang tidak mengonsumsi daging tetapi tetap memakan ikan. Membakar daging sendiri dapat menghasilkan zat kimia penyebab kanker yang disebut heterocyclic amines (HCA).

Meski kebanyakan jenis ikan menghasilkan HCA yang sama seperti daging ketika dimasak pada suhu tinggi, namun hal tersebut tidak berlaku pada udang, kerang, tiram, udang karang, dan lobster.

Pun pada buah-buahan dan sayuran seperti jagung, persik, cabai, terong, nanas, labu dan semangka saat dimasak sepert barbeku.

Jangan terlalu lama

Selain menghasilkan senyawa karsinogenik atau penyebab kanker, ada racun lain yang dihasilkan saat memanggang daging terlalu lama yaitu senyawa yang meningkatkan risiko diabetes Tipe 2.

Menurut seorang peneliti nutrisi pascadoktoral di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Gang Liu, cara kerjanya adalah dengan mengganggu proses yang mengatur peradangan dan sensitivitas insulin. "Hindari memasak daging sampai hangus atau masak dengan sangat baik," kata Liu.

 

Ganti daging merah dengan daging putih atau sayuran

Studi telah menemukan fakta bahwa mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, dan kematian dini. Bahkan daging olahan seperti sosis, bacon, dan hot dog tampaknya memiliki dampak yang lebih buruk lagi.

Ketika dimasak pada suhu tinggi, pengawet nitrit dan nitrat yang terdapat pada daging olahan bisa memicu pembentukan racun yang disebut nitrosamin. Seperti halnya HCA, racun ini juga dianggap karsinogenik.

Untuk alasan tersebut, unggas, ikan, atau protein nabati merupakan pilihan yang lebih cerdas daripada daging merah untuk dipanggang. Sayuran juga bisa menjadi alternatif lainnya yang bisa makan.

Tetapi jika Anda tak ada pilihan lain, coba daging steak merah yang belum diolah. Ini kenapa ada pengecualian? Daging tak diolah masih memiliki banyak zat besi, protein, dan vitamin B, sehingga bagi kebanyakan orang, tidak masalah untuk mengonsumsinya sesekali.

 Baca juga: Nikmati Liburan di Pesisir Jakarta, Terpampang Kuliner hingga Kebudayaan Betawi

Buat bumbu pelindung

Panggang daging dengan bumbu perendam yang terbuat dari minyak, air, cuka, dan rempah-rempah kaya antioksidan seperti rosemary, oregano, dan thyme selama sekitar 30 menit sebelum dimasak.

Tindakan ini dianggap mampu memblok sebagian formasi senyawa HCA. Lada bubuk dan bawang putih juga sangat baik.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini