Share

Fakta Open House yang Mulai Menjadi Tradisi Lebaran di Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 10 Juni 2018 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 09 196 1908649 fakta-open-house-yang-mulai-menjadi-tradisi-lebaran-di-indonesia-CfLCtKJqhU.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEBENTAR lagi lebaran akan tiba. Salah satu hal yang bakal terdengar adalah istilah "Open House". Biasanya, mereka yang melakukan budaya ini adalah para tokoh negara atau para selebriti.

Open House di sini memang dimaknai sebagai ajang silaturahmi antar umat. Jadi, siapa pun bisa ikut menghadiri acara ini. Ya, tentunya diprioritaskan mereka yang memiliki hubungan langsung dengan si empu rumahnya.

Nah, karena open house ini semakin terkenal di Indonesia, apakah Anda sadar bahwa open house tidak sama dengan halal bihalal? benar kah?

Jika merujuk pada pernyataan Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Arab halala yang diapit dengan satu kata penghubung ba (dibaca: bi) (Shihab, 1992: 317).

Meskipun kata ini berasal dari bahasa Arab, konon masyarakat Arab sendiri tidak akan memahami arti halal-bihalal yang merupakan hasil kreativitas bangsa Indonesia. Halal-Bihalal adalah adalah hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Asia Tenggara. Halal-bi halal merupakan tradisi khas dan unik di bangsa ini.

Memang Halal Bihalal cuma ada di Indonesia, artinya di Arab sana tidak dikenal, tapi acara ini sangat baik. Dalam satu acara dikumpulkanlah masyarakat untuk saling bermaafan. Lebih hemat dan efisien, bukan? Kalau mendatangi satu persatu sulit dan membuang-buang waktu.

Tapi apakah Halal Bihalal itu sama dengan open house?

Pada pernyataan ini mungkin Anda akan paham apa itu makna open house sesungguhnya

"An "open house", or as it is more often called "Open Day", is an event held at an institution where its doors are open to the general public to allow people to have a look around it in order to gain information on it. (Open house atau seperti yang lebih sering disebut 'open day' adalah sebuah acara digelar disebuah institusi yang pintu-pintunya terbuka bagi masyarakat umum sehingga memungkinkan orang untuk melihat-lihat atau mengetahui isi dalamnya).

Karena itu, lazimnya open house dilaksanakan di Amerika, Canada, Inggris, Autralia, dan Seladia Baru, dan biasanya dilaksanakan oleh sekolah-sekolah seperti SMA dan jenjang berikutnya ke atas untuk memperkenalkan bagaimana situasi dan kurikulum dari sekolah atau instansi tersebut.

Open House Jokowi(Open House Presiden Jokowi pada tahun 2017/Foto: Okezone)

Jika merujuk referensi tersebut, tentunya makna dari Halal Bihalal dan Open House itu berbeda. Ya, sekali pun maksudnya sama yaitu bersilaturhami. Namun, makna atau konteks tujuannya tidak serupa. So, masih mau menggunakan istilah Open House?

Lebih jauh lagi, tidak ada salahnya untuk memahami tujuan dari Halal bihalal yang memang menjadi tradisi saat lebaran.

Secara sosiologis, Halal bihalal adalah sarana untuk merekatkan tali silaturahmi, bersosialisasi, saling memperkenalkan diri antar anggota keluarga, dan tentunya sarana berbagi rezeki.

Hal tersebut sejalan dengan perintah agama untuk meningkatkan tali silaturahmi yang berkahnya antara lain di samping memanjangkan umur juga mendatangan rezeki.

Kemudian, secara psikologis, Halal bihalal adalah bentuk eksistensi seseorang, di mana dia merasa ditokohkan, dianggap sebagai orang penting, dan merasa dihargai. Dia akan merasa sangat senang kalau banyak yang bertamu ke rumahnya dan menyantap hidangan yang telah disediakan.

Meski begitu, budaya Indonesia yang ternyata tidak ada di negeri Arab ini sebaiknya tetap ada. Sebab, semakin sibuknya Anda dengan pekerjaan, dengan adanya halal bihalal ini menjadi ajang Anda bertemu kembali dengan kawan lama atau saudara yang sebelumnya tidak pernah dikenal.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini