nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hewan Peliharaan Ternyata Enggak Boleh Didandanin Lho, Ini Penjelasan Ahlinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 10 Juni 2018 07:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 10 196 1908762 hewan-peliharaan-ternyata-enggak-boleh-didandanin-lho-ini-penjelasan-ahlinya-xbXs6aCpkB.jpg Kucing Peliharaan (Foto: Lostateminor)

SETIAP pemilik hewan pasti ingin peliharaanya tampak cantik dan indah. Tak banyak dari mereka sengaja membelikan pakaian untuk digunakan oleh hewan kesayangan mereka. Anjing dan kucing menjadi salah satu hewan yang paling sering diberikan pakaian agar terlihat semakin lucu.

Orang akan mendandaninya dan menempatkannya ke dalam sebuah skenario yang tidak alami supaya bisa menimbulkan lelucon dan hiburan. Meski demikian Tim Perlindungan Hewan (RSPCA) khawatir kebiasaan ini dapat mempengaruhi hewan yang bersangkutan.

Kelompok kesejahteraan hewan, baru-baru ini telah menerima keluhan terhadap perusahaan yang menggunakan anak kucing yang sakit dalam iklan mereka. Hal ini diungkapkan langsung oleh Petugas Ilmiah untuk RSCPA, Bronwyn Orr.

“Banyak orang kesulitan untuk membaca bahasa tubuh dari hewan yang mereka pelihara. Anda tentunya tidak akan mengetahui kapan tepatnya mereka merasa tertekan,” tegas Orr, sebagimana dilansir Lost At E Minor, Sabtu (9/6/2018).

 Baca Juga: Wajah Polos Raisa di Masa Lalu, Beda Banget Tapi Menggemaskan!

RSPCA mendesak orang supaya lebih memperhatikan hewan peliharaannya dan berhati hati ketika menempatkan mereka dalam kostum. Pasalnya tanda tanda distress sangat bervariasi dari spesies ke spesies.

 

Orr mengatakan anjing mungkin akan menunjukkan tanda-tanda kegelisahan dengan menampilkan mata ikan paus. Mereka juga bisa menyelipkan ekor di antara kaki mereka bila sedang tertekan. Kucing sering mengibaskan ekor mereka dengan cepat ketika tidak bahagia. Hal inilah yang wajib diketahui oleh para pemilik hewan peliharaan untuk melihat kondisi mentalnya.

“Mengunggah gambar kucing dan anjing Anda berdandan atau dengan tata rias, kepada banyak orang mungkin tampak sangat lucu dan imut. Namun, tindakan tersebut benar-benar salah dan bertentangan dengan martabat hewan serta kebutuhan naluri alami mereka." tuntasnya.

Selain itu Kepala Departemen Psikologi dan Konseling Universitas Troya, Professor Pauleen Bennett, juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya alasan manusia untuk melihat hewannya menjadi lucu dengan diberikan pakaian, sangatlah tidak rasional.

 Baca Juga: Gaya Aneh Rambut Pesepakbola Dunia, Nomor 2 Pernah Jadi Tren di Indonesia

“Rasanya hangat dan tidak jelas untuk mengetahui bahwa orang-orang menertawakan hal yang sama dengan apa yang Anda tertawakan. Mereka berpikir hewan peliharaan Anda imut. Kami ingin didengar, kami ingin orang tahu bahwa kami ada. Kami ingin menjadi bagian dari komunitas. Itulah hal yang menjadi alasan besar manusia,” ucap Bennett.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini