nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsumsi Teh Hijau Secara Rutin Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 10 Juni 2018 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 10 481 1908893 konsumsi-teh-hijau-secara-rutin-bisa-kurangi-risiko-penyakit-jantung-4wUvaXAOip.jpg Ilustrasi (Foto: Healthline)

SEBUAH studi yang dirilis dalam Journal of Biological Chemistry menyebutkan bahwa kandungan nutrisi yang ditemukan di dalam teh hijau dipercaya dapat melawan penyakit jantung. Minuman ini mengandung molekul yang dapat membantu mencegah penumpukan plak di arteri.

Molekul tersebut dinamakan epigallocatechin gallate atau EGCG. Para ahli mengklaim bahwa EGCG dapat mencegah atherosclerosis yang notabennya merupakan salah satu faktor penyebab seseorang terkena serangan jantung.

Penemuan ini memang terdengar menjanjikan. Namun kandungan EGCGC dalam secangkir teh hangat ternyata dianggap masih terlalu kecil. Anda harus mengonsumsi ratusan liter teh hijau untuk merasakan manfaatnya. Tentu ini bukanlah sesutu yang direkomendasikan oleh para ahli.

 (Baca Juga:Sepatu Nyaman Malah Buat Kaki Tak Sehat, Kok Bisa?)

"Tentu saja saya tidak akan merekomendasikan orang-orang mengonsumsi teh hijau dalam jumlah berlebihan. Pasalnya, banyak zat makanan yang dikonsumsi secara berlebihan justru akan berbahaya. Ada bukti bahwa dosis besar teh hijau dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal," tutur David Middleton salah seorang peneliti.

David menambahkan, konsumsi teh hijau dalam jumlah normal memang akan memberikan dampak positif yang besar bagi kesehatan jantung.

"Tapi bagi sebagian orang, mereka sebetulnya bisa mengganti teh hijau dengan teh hitam untuk dikonsumsi secara rutin," papar David.

Di satu sisi, teh hijau juga dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan lain, termasuk meningkatkan reaktivitas pembuluh darah, menurunkan kolesterol LDL, dan mengurangi tekanan darah, menurut rilis dari Harvard Medical School.

Meski hingga saat ini manfaat teh hijau masih diperdebatkan, namun penelitian tersebut memiliki implikasi yang menjanjikan untuk mengobatan di masa depan. Para peneliti menemukan bahwa di tengah-tengah kondisi tertentu, EGCG akan terikat pada apolipoprotein A-I (apoA-I) yaitu, sebuah protein yang diyakini berkontribusi pada plak yang menyebabkan atherosclerosis.

Ketika EGCG mengikat protein tersebut, kandungannya akan menjadi larut sehingga tidak akan terjadi penumpukan plak pada arteri yang dapat merusak sistem pembuluh darah.

"EGCG memiliki manfaat yang sangat baik terhadap kanker, penyakit neurodegeneratif, dan penyakit kardiovaskular, jika para ilmuwan dapat menemukan cara yang tepat untuk mengelolanya," tukas Middleton. Seperti dilansir dari The Daily Meal, Minggu (10/6/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini